Hanya Khusus Penumpang, Stasiun Lempuyangan Jogja Tak Layani Angkutan Barang di 2028
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Gumuk pasir di Pantai Parangtritis./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Berdasarkan kajian pada 2022, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyebut abrasi di Gumuk Pasir Parangtritis terjadi setiap tahunnya. Salah satu pemicu abrasi tersebut ternyata adalah masifnya aksi penambangan pasir di Sungai Progo.
Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Penanganan Pascabencana BPBD Bantul, Suprihana menilai salah satu pemicu abrasi pasir yakni adanya kegiatan penambangan di Sungai Progo.
“Pemicu utama karena hambatan pasir yang dari Merapi sampai ke laut itu perjalanannya terhambat oleh penambangan, penambangan ini di Progo,” katanya, Minggu (17/9/2023).
Diketahui gumuk pasir Parangtritis terbentuk dari material yang berasal dari Gunung Merapi. Material pasir tersebut kemudian terbawa angin dan arus sungai yang ada di Sungai Opak dan Progo. Kemudian gelombang laut akan menyebarkan pasir di sepanjang Pantai Parangtritis hingga wilayah Kulonprogo.
Dengan adanya kegiatan penambangan pasir tersebut, menurut Suprihana, akan mengurangi debit pasir yang dialirkan aliran Sungai Progo ke arah Gumuk Pasir Parangtritis. Itulah sebabnya, kegiatan penambangan pasir harus jadi perhatian karena dinilai dapat mengganggu keberlangsungan gumuk pasir tersebut.
“Ini kaitan abrasi dengan bagaimana model penambangan pasir harus diperhitungkan dengan neraca, yang harus ditambang seberapa yang tidak boleh seberapa. Karena ini harus diperhitungkan untuk menjaga laut,” kata dia.
BACA JUGA: Gumuk Pasir Rusak dan Tidak Seindah Dulu, Ini Penyebabnya
Selain itu, kondisi pantai selatan Bantul yang berpasir dan tidak banyak karang pun membuat gelombang laut yang menuju arah pantai tidak dapat dipecah, sementara gelombang pantai selatan cukup tinggi sehingga abrasi yang terjadi juga cukup tinggi.
“Abrasi [merupakan] proses alam, karena gelombang laut kita lebih besar daripada laut utara Jawa. Dengan gelombang besar itu sudah memungkinkan sekali dengan adanya abrasi, di laut selatan abrasi sampai 2,5 meter berdasarkan kajian 2022,” katanya.
Padahal, menurut Suprihana, gumuk pasir selama ini berfungsi untuk menahan abrasi pantai dan mitigasi tsunami. Dengan berkurangnya suplai pasir ke Gumuk Pasir Parangtritis, menurutnya akan mengurangi mitigasi bencana yang ada di sana. “Gumuk pasir itu sendiri berfungsi mengurangi seperti tsunami atau abrasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stasiun Lempuyangan Jogja bakal khusus penumpang. Angkutan barang dipindah ke Brambanan, dengan akses lokal, KRL, dan jarak jauh dipisahkan.
Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina. Nomor 10 masih kosong dan AFA belum menentukan siapa penerusnya setelah laga perpisahan.
Wayne Rooney menolak menerima gelar Liga Inggris jika Man City dicabut. Ia justru mendukung hukuman degradasi dan pembatasan belanja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat