BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Ilustrasi Ekowisata Sungai Mudal./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO — Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo tidak menampik sejumlah destinasi wisata di Bumi Menoreh rawan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana di kawasan wisata, Dispar sudah mengaktifkan kembali program Cakruk Wisata Istimewa yang dibentuk 2021 lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Joko Mursito mengaku sudah mengimbau semua pengelola destinasi wisata untuk waspada terkait dengan adanya ancaman bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim hujan.
Imbauan itu dilakukan langsung melalui forum-forum pertemuan dengan pengelola destinasi wisata. Selain itu juga imbauan dilakukan melalui grup aplikasi percakapan Whatsapp. Kemudian pihaknya juga meminta agar program Cakruk Wisata Istimewa diaktifkan kembali.
“Kami pada 2021 ada program Cakruk Wisata Istimewa yang sudah ada di 40 titik destinasi wisata. Cakruk itu kan semacam tempat menongkrong. Itu dimanfaatkan sebagai Tourist Information Center [TIC] destinasi dan termasuk bisa digunakan kumpul-kumpul yang terhubung dengan alat komunikasi HT [handie talkie],” kata Joko, melalui, Senin (14/11/2022).
BACA JUGA: Covid-19 Naik, Dewan Minta Pemkab Kulonprogo Genjot Vaksinasi
Menurut Joko, Cakruk Wisata Istimewa awalnya merupakan TIC, wahana komunikasi antarpengelola destinasi wisata. Jika di satu titik destinasi wisata penuh pengunjung atau wisatawan, maka pengunjung bisa dialihkan ke destinasi lainnya.
Namun saat ini Cakruk Wisata Istimewa bisa digunakan berbagai hal di antaranya pertemuan Kelompok Wanita Tani, Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) dan sebagainya.
Selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai forum komunikasi antarkomunitas pengelola destinasi wisata dan juga sukarelawan kebencanaan di Kulonprogo.
DIa mencontohkan destinasi wisata di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, yang merupakan wisata berbasis air. Kalaupun di Jatimulyo tidak hujan tetapi ketika di wilayah hulu hujan maka ada kiriman air yang berpotensi terjadi luapan.
“Maka kami berikan penekanan untuk rajin akses cuaca dan komunikasi dengan relawan bencana di wilayah hulu melalui Cakruk Wisata Istimewa,” ucapnya.
Sementara itu, Pengelola Ekowisata Sungai Mudal di Jatimulyo, Mudi Heriyanto mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya luapan air pihaknya sudah melakukan mitigasi bencana dan berkomunukasi dengan sejumlah sukarelawan kebencanaan.
“Jika terjadi hujan deras dan debit air naik maka wisata kita tutup dan wisatawan yang sudah masuk diminta untuk naik atau tidak bermain air,” katanya.
Ekowisata Sungai Mudal merupakan salah satu destinasi wisata di Desa Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo. Destinasi yang dibuka sejak 2015 ini memanfaatkan air yang keluar dari goa yang kemudian dimanfaatkan oleh warga sekitar. Namun, sejak 2015 dijadikan sebagai objek wisata air yang terbagi beberapa kolam renang.
Menurut Mudi, jika dari mulut goa terjadi terjadi ada peningkatan debit air, antarpenjaga kolam dari kolam atas dan dibawah komunikasi melalui HT agar tidak ada wisatawan yang bermain air atau mandi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
PSIM Jogja mempertahankan 12 pemain lokal usai evaluasi tim sebagai persiapan menghadapi Super League 2026/2027.
Basarnas Makassar menemukan lima korban KM Nurul Salsa dalam kondisi selamat di perairan Selayar. Sebanyak 20 penumpang masih dalam pencarian.
Apple dan Departemen Kehakiman AS mulai membahas penyelesaian gugatan antimonopoli yang diajukan sejak 2024.
Harga emas mencatat penurunan mingguan terdalam dalam sebulan akibat ekspektasi suku bunga AS tetap tinggi meski konflik Timur Tengah memanas.