DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Ilustrasi. /Antaranews-Ridwan Triatmodjo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Tim gabungan akhirnya menemukan santri asal pondok pesantren di Sukoharjo, Jawa Tengah Yuzki Fahimudin (sebelumnya tertulis Yusqi Fasinudin) akhirnya ditemukan dalam pencarian hari kedua di Pantai Seruni di Kapanewon Tepus, Jumat (18/11/2022). Ditemukannya korban, maka operasi pencarian dihentikan dan tim yang terlibat dikembalikan ke satuan tugas masing-masing.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, puluhan presonel dari berbagai relawan, TNI, Polri hingga masyarakat sekitar diterjunkan untuk membantu pencarian Yuzki Fahimudin yang dinyatakan hilang pada Kamis (17/11/2022) pagi. Di hari kedua pencarian dilakukan melalui jalur darat dan laut.
“Kami juga memanfaatkan drone untuk mencari keberadaan korban,” kata Suris, Jumat siang.
Dia menjelaskan, tim darat mencari dengan menyisir kawasan pantai serta melihat dari atas perbukitan. Adapun tim laut dibantu tiga perahu untuk menemukan korban dengan radius pencarian sejauh dua kilometer ke sisi barat dan timur dari lokasi pertama hilang.
Baca juga: Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Hujan Lagi?
“Sekitar pukul 10.00 WIB akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.
Suris mengungkapkan, korban ditemukan mengambang sejauh 20 meter dari lokasi pertama hilang. Jasad Yuzki diangkat kemudian dibawa ke rumah sakit untuk selanjutnya diserahkan kepada keluarga.
“Jasadnya masih utuh. Tapi, ada sedikit kulit yang mengelupas,” katanya.
Menurut dia, dengan ditemukannya korban, maka operasi pencarian secara resmi dihentikan. Adapun personil dan relawan yang terlibat dikembalikan ke satuan tugas di wilayah masing-masing.
“Kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang membantu pencarian hingga akhirnya korban ditemukan, meski dalam keadaan meninggal dunia,” katanya.
Peristiwa hilangnya Yuzki bermula saat ada kegiatan kamping yang dilakukan pihak pondok pada Rabu (16/11/2022) sore. Rombongan sekitar 100 orang ini menginap di kawasan pantai.
Pada Kamis (17/11/2022) pagi, korban bersama lima temannya berenang di pantai. Saat asyik bermain, tiba-tiba datang ombak besar yang akhirnya menyeret korban hingga ke tengah dan tenggelam.
Adapun lima teman korban bisa menepi sehingga selamat. Kapolsek Tepus, AKP Jarwanto berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bersama sehingga kejadian yang sama tidak terulang. Dia meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati untuk keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan bermain di area berbahaya karena bisa menjadi penyebab terjadinya laka laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.