WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN — Sebanyak 11 orang yang didominasi oleh remaja ditangkap oleh petugas patroli Polda DIY, di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Minggu (20/11/2022) dini hari. Dari kelompok ini polisi menemukan senjata tajam (sajam).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan ada 11 orang yang ditangkap polisi pada pukul 00.30 WIB. “Dari 11 orang yang ditangkap, satu orang dewasa dan 10 orang anak-anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/11/2022).
Dari kelompok ini polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam dengan rincian satu gir dan satu linggis. “kemudian diperiksa, ada yang membawa gir yang ditali pakai sabuk karate, kemudian ada yang membawa linggis,” ungkapnya.
Untuk menindaklanjuti hal ini, polisi membawa kesebelas orang tersebut ke Polda DIY dan rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksa. “Pada pagi ini mereka sedang menjalani pemeriksaan urine di rumah sakit Bayangkara,” katanya.
BACA JUGA: Sudah Dua Bulan, Konflik LDII dan Warga Balong Masih Buntu
Meski demikian polisi belum menentukan apakah pemeriksaan tersebut akan dilanjutkan dengan proses penyidikan. “Saat ini mereka sedang diperiksa. Belum bisa disimpulkan apakah ke arah penyidikan atau tidak,” kata dia.
Pada pekan sebelumnya polisi juga menangkap belasan remaja yang kemudian dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam, MI, 15 dan BK, 14. Para remaja yang ditangkap diduga hendak bentrok antarkelompok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.