Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN — Sebanyak 11 orang yang didominasi oleh remaja ditangkap oleh petugas patroli Polda DIY, di wilayah Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Minggu (20/11/2022) dini hari. Dari kelompok ini polisi menemukan senjata tajam (sajam).
Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto, menjelaskan ada 11 orang yang ditangkap polisi pada pukul 00.30 WIB. “Dari 11 orang yang ditangkap, satu orang dewasa dan 10 orang anak-anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (20/11/2022).
Dari kelompok ini polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam dengan rincian satu gir dan satu linggis. “kemudian diperiksa, ada yang membawa gir yang ditali pakai sabuk karate, kemudian ada yang membawa linggis,” ungkapnya.
Untuk menindaklanjuti hal ini, polisi membawa kesebelas orang tersebut ke Polda DIY dan rumah sakit Bhayangkara untuk diperiksa. “Pada pagi ini mereka sedang menjalani pemeriksaan urine di rumah sakit Bayangkara,” katanya.
BACA JUGA: Sudah Dua Bulan, Konflik LDII dan Warga Balong Masih Buntu
Meski demikian polisi belum menentukan apakah pemeriksaan tersebut akan dilanjutkan dengan proses penyidikan. “Saat ini mereka sedang diperiksa. Belum bisa disimpulkan apakah ke arah penyidikan atau tidak,” kata dia.
Pada pekan sebelumnya polisi juga menangkap belasan remaja yang kemudian dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka atas kepemilikan senjata tajam, MI, 15 dan BK, 14. Para remaja yang ditangkap diduga hendak bentrok antarkelompok.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Sultan HB X menegaskan pelestarian purbakala penting untuk menjaga jati diri bangsa. Mahasabha Purbakala dideklarasikan di Jogja.
Simak cara mudah membedakan souvenir Piala Dunia 2026 asli dan palsu agar tidak tertipu saat berburu merchandise.
Menteri Ekraf menyebut Jogja jadi panutan ekonomi kreatif nasional berkat kekuatan budaya, inovasi, dan SDM unggul.
Muhammadiyah dorong transformasi layanan sosial berbasis komunitas untuk menjawab masalah kesejahteraan yang makin kompleks.
Timnas U19 Indonesia finis peringkat ketiga AFF U19 2026 usai kalahkan Kamboja 1-0. Ini evaluasi dan susunan pemainnya.