Kelok 23 Bantul-Gunungkidul Ditutup Lagi Mulai 20 September, Ini Alasannya
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memproyeksikan tiga hari ke depan DIY masih berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang.
Sementara untuk hari keempat sampai hari ke-7 potensi hujan masih akan terjadi, intensitasnya ringan hingga sedang seiring dengan semakin punahnya bibit siklon.
Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi mengatakan wilayah terdampak hampir di sebagian wilayah DIY. "Waktunya rata-rata hujan akan terjadi pada siang menjelang sore, hingga malam hari," ucapnya kepada Harianjogja.com, Senin (21/11/2022).
Sementara prakiraan cuaca Romadi menjelaskan saat ini kondisi dinamika atmosfer yang sedang aktif yaitu adanya bibit siklon tropis 94S, terpantau di Samudera Hindia sebelah Selatan Jawa.
"Dengan kecepatan angin bisa mencapai 48 km/jam, dengan tekanan terpantau minimum 1006 mb [millibar] serta bergerak ke arah Timur hingga Tenggara," ucap dia.
BACA JUGA: Uji Kir di Sleman Sekarang Bisa Drive Thru dan Cuma 30 Menit
Kemudian di Utara garis Khatulistiwa juga terpantau bibit siklon tropis 97W, terpantau aktif di Laut China Selatan sebelah Utara Pulau Kalimantan dengan kecepatan angin dapat mencapai 38 km/jam, dan tekanan minimum mencapai 1008 mb.
"Serta masih menghangatnya suhu muka laut [28 sampai dengan 30 derajat Celcius] di Selatan Jawa, makin mendukung terbentuk awan-awan hujan atau awan konvektif tumbuh di wilayah DIY," jelasnya.
Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum menyampaikan berdasarkan hasil pengamatan prakiraan iklim di wilayah DIY sampai saat ini masih dalam periode musim hujan. Ditandai dengan pergerakan angin baratan di wilayah Indonesia umumnya dan DIY khususnya.
"Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, adanya perlambatan angin diatas wilayah DIY dan menghangatnya anomali suhu muka laut di Selatan Jawa yang keduanya memicu pertumbuhan awan-awan konvektif [awan kumulonimbus] yang memicu hujan lebat sampai sangat lebat terutama di wilayah DIY."
Masih adanya potensi hujan, masyarakat diimbau untuk waspada pada potensi genangan, banjir, dan tanah longsor khususnya yang tinggal di dekat bantaran sungai. Lalu masyarakat juga perlu waspada pada potensi hujan angin yang bisa menyebabkan tumbangnya pohon atau baliho.
"Agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai petir," lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 Bantul-Gunungkidul ditutup lagi 20 September 2026 setelah uji coba sepekan untuk evaluasi lalu lintas dan kondisi pembangunan.
MRS 2026 putaran keempat di Mandalika menerapkan aturan baru FIM, termasuk perubahan kuota Q1-Q2 dan batas start dari Pit Lane.
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Tegel Kunci di Sleman mempertahankan produksi ubin handmade sejak 1927. Kini hampir 100 tahun, produknya punya 800 desain dan 49 warna.
Pemerintah menyiapkan rekening gratis dengan saldo awal Rp50.000. Simak syarat, cara mendapatkan, bank penyedia dan jadwalnya.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.