Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Kepala DP3APPKB, Ninik Istitarini menyampaikan materi di Parasamya, kompleks Pemkab Bantul, Selasa (22/11/2022)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih meminta semua panewu dan lurah untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak (KLA) pada 2024 mendatang. Bantul saat ini berada di status Nindya, pada 2023 ditarget menuju kategori Utama dan 2024 menjadi KLA.
Menurut Halim, muara dari KLA nantinya adalah tidak ada lagi gizi buruk pada anak, tidak ada kekerasan dan bullying, tidak ada pernikahan dini, tidak ada anak putus sekolah, tidak adanya anak yang sakit tidak terobati dan lainnya. Jadi KLA untuk memberikan hak-hak pada anak.
“Jika itu hak, maka harus ada pihak yang melaksanakan kewajiban, dan itulah kami semua, pemerintah mulai kalurahan, kapanewon dan kabupaten untuk bersama-sama bersinergi mewujudkan itu,” kata Halim dalam acara Focus Group Discusion (FGD) yang diikuti panewu dan 75 lurah di Parasamaya, Kompleks Pemkab Bantul, Selasa (22/11/2022).
BACA JUGA: HUT Ke-77 TNI, Kodim Bantul Gelar Turnamen Bola Voli
Halim berharap dari kegiatan kelompok diskusi ini dapat menghadirkan ide, saran, dan gagasan dalam mewujudkan kapanewon dan kalurahan layak anak. Hal ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak.
Menurutnya, apabila seluruh kalurahan dan kapanewon di Bantul menjadi layak anak maka secara otomatis Bantul akan menjadi Kabupaten Layak Anak, “Dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak ini tidak bisa kita bekerja sendiri-sendiri, namun kita harus berkolaborasi dan bersinergi berjalan dengan irama langkah yang sama,” ujar Halim.
Lebih lanjut Halim mengatakan dengan mengecilkan cakupan otoritas dari kabupaten ke kapanewon dan kalurahan akan lebih mudah, lebih perhatian, dan mendetail dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Apabila terjadi sesuatu hal maka gerak untuk menuntaskannya, kata Halim, pasti juga akan lebih cepat.
“Untuk mewujudkan KLA, Pemkab Bantul terus berkomitmen untuk dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi seluruh anak di Kabupaten Bantul. Maka saya juga berharap seluruh lembaga, maupun praktisi masyarakat dapat terus menjaga komitmennya agar Bantul akan terus menjadi rumah bersama yang nyaman dan aman bagi seluruh anak di Kabupaten Bantul,” paparnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bantul (DP3APPKB), Afif Umahatun mengatakan untuk kalurahan dan kapanewon yang ada di Bantul belum semua mengimplementasikan terhadap program perlindungan anak sebagaimana deklarasi ramah anak yang sudah dilakukan.
“Jadi memang implementasi dari komitmen tersebut belum semua dilakukan. Maka sekarang kami melakukan evaluasi, dengan harapan ini menjadi pengingat kepada kalurahan dan kapenewon untuk melakukan komitmen yang sudah dideklarasikan bersama,” kata Afif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.