Advertisement

DIY Digitalkan Naskah Kuno untuk Tingkatkan Minat Generasi Muda

Media Digital
Kamis, 24 November 2022 - 06:37 WIB
Budi Cahyana
DIY Digitalkan Naskah Kuno untuk Tingkatkan Minat Generasi Muda Kuasa Pengguna Anggaran BPNB DIY Dwi Ratna Nurhajarini saat membuka acara Sarasehan dan Pagelaran Macapat yang diikuti peserta Balai Gamel Sore dan Balai Sinden Sore. - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Badan Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) DIY rutin melakukan digitalisasi naskah kuno dalam berbagai medium digital untuk meningkatkan minat generasi muda pada khasanah nilai budaya dalam naskah kuno.

Digitalisasi naskah kuno tersebut rutin dilakukan BPNB DIY sejak 2019. Dari naskah kuno berupa tembang hingga lakon pernah didigitalisasinya. Hasilnya berupa teks terjemahan bahasa indonesia, audio, gambar, hingga simulasi audio-visual.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Berbagai naskah kuno tersebut antara lain lakon Dewa Ruci hingga tembang Kidung Pangastowo. Dalam digitalisasi tersebut, BPNB DIY juga melibatkan generasi muda untuk berpartisipasi mengalihwahanakannya dalam medium digital.

BPNB DIY yang kini sudah melebur menjadi Balai Pelestari Kebudayaan (BPK) wilayah 10 akan terus berkomitmen untuk mendigitalisasi naskah kuno. Kuasa Pengguna Anggaran BPNB DIY Dwi Ratna Nurhajarini menjelaskan digitalisasi tersebut sebagai langkah strategis untuk terus melestarikan budaya untuk generasi muda.

“Bukan hanya generasi muda yang menerima dan mengonsumsi hasil olah digitalnya, tapi generasi muda kami libatkan juga dalam mendigitalisasi naskah kuno tersebut,” jelas Ratna, Selasa (22/11/2022).

Ratna menyebut komunitas Balai Gamel Sore dan Balai Sinden Sore yang dikelola BPNB DIY sebelumnya ikut dalam proses digitalisasi tersebut. “Mayoritas peserta Balai Gamel Sore dan Sinden Sore itu generasi muda, mereka kami libatkan untuk mengisi suara sampai visual digitalisasi tersebut,” katanya.

Digitalisasi naskah kuno tersebut, jelas Ratna, juga sebagai bentuk peningkatan aksesibilitas bagi difabel. “Supaya temen-temen difabel juga bisa mengaksesnya, misalnya lewat audio bagi tuna rungu, karena mereka juga berhak atas akses tersebut,” ujarnya.

Penggunaan teknologi dalam melestarikan kebudayan, lanjut Ratna, menjadi keniscayaan di zaman sekarang. “Meskipun ini budaya tradisional tapi tetap harus disesuaikan dengan perkembangan zaman agar tidak tergerus atau bahkan tersisihkan, harus juga mendapat ruang berkembang agar generasi mendatang juga dapat menikmati dan ikut melestarikannya,” tegasnya.

Advertisement

Digitalisasi tersebut akan terus dilakukan, sambung Ratna, meskipun BPNB DIY melebur jadi BPK wilayah 10. “Digitalisasi naskah kuno adalah jawaban dari tantangan perkembangan zaman untuk terus melestarikan nilai budaya, jadi saya kira penting untuk terus dilakukan,” jelasnya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement