Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Sampah menggunung di depo sampah di Pasar Bantul, Selasa (10/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL — Pembuatan jugangan (lubang) di tanah dinilai efektif dalam mengurangi pasokan sampah di TPST Piyungan. Hanya saja sayangnya, masyarakat masih belum mau memilah jenis sampah yang dibuang ke jugangan tersebut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengatakan bahwa masyarakat bisa menimbun sampah organik di jugangan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPST Piyungan.
“Kami menyarankan di kawasan perdesaan atau semi perkotaan itu yang masih punya lahan untuk mengatasi permasalahan sampah ini yang organik kan bisa ditimbun kan bisa terurai dan jadi pupuk tanaman sekitar jugangan itu,” kata Ari ditemui di kantornya pada Kamis, (24/11/2022).
Dia menegaskan masyarakat untuk memilah terlebih dahulu sebelum sampah yang ada ditimbun di jugangan. Hal ini memiliki kaitan dengan dampak lain yang justru akan memperburuk kualitas tanah apabila tidak terjadi pemilahan sampah.
BACA JUGA: Denny Caknan Konser di Bantul Besok, Jalan Menuju Lapangan Trirenggo Bantul Ditutup
Apabila sampah organik yang diproduksi hingga 50% dapat diolah di tingkat padukuhan, kata dia, maka sampah yang ada di TPST Piyungan dapat dikurangi. “Jugangan jelas efektif soalnya sampah bisa jadi kompos. Jadi ada unsur hara baru,” katanya.
Ke depan, DLH Bantul, selain melanjutkan program yang telah ada, akan membangun fasilitas pengolahan sampah dan mendorong pemberdayaan pemerintah kalurahan dalam mengolah sampah.
Berkaitan dengan dukungan pengolahan sampah, DLH Bantul telah memfasilitasi TPS Go-Sari milik Kalurahan Guwosari untuk pengadaan lahan baru. “Sekarang sudah dalam proses pengusulan dan verifikasi. Jadi tinggal nunggu Bantul mau diberi berapa [luasan lahannya],” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Sebanyak 41 sekolah di Bantul belum menerima pencairan dana revitalisasi 2026. Disdikpora masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat.
Universitas Sanata Dharma dan Georgetown University menggelar Georgetown Global Dialogues 2026 di Yogyakarta untuk membahas peran Global South
Pagar SMPN 4 Pengasih, Kulonprogo, miring dan rawan ambruk. Bupati memastikan perbaikan masuk prioritas anggaran 2027.
DPRD Bantul menyoroti infrastruktur Terminal Imogiri yang perlu diperbaiki untuk mendukung transportasi dan kenyamanan wisatawan.
Capaian UCJ Sleman baru 36,48% hingga Oktober 2026. Pemkab memperluas perlindungan pekerja informal melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.