Pemkab Gunungkidul Yakin Perda Tata Ruang Wilayah Terbit Sebelum 7 Oktober
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Puluhan perahu jongkong bersandar di Pantai Gesing di Kalurahan Girikarto, Panggang, belum lama ini./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Mendekati pengujung tahun, pendapatan asli daerah (PAD) Gunungkidul dari sektor retribusi pariwisata masih jauh dari target. Dari total target tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp27 miliar, Dinas Pariwisata (Dispar) DIY baru bisa merealisasikannya sebesar Rp18,9 miliar.
Kepala Dispar Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian tak menampik bahwa memasuki akhir 2022, target PAD wisata masih jauh dari target. Hal ini terlihat dari penadapatan yang masuk baru sekitar 70%. “Kami baru meraih sekitar Rp18,9 miliar. Ini masih jauh dari target karena di 2021 diminta memperoleh pendapatan sebesar Rp27 miliar dari retribusi wisata,” kata Aldian, Jumat (2/12/2022).
Menurut dia, masih ada waktu satu bulan lagi guna memenuhi target tersebut. Ia pun tidak menampik untuk mencapainya meurpakan tugas yang berat, tapi akan tetap berusaha semaksimal mungkin.
Ada beberapa cara untuk mengoptimalkan PAD dari sektor wisata. Selain terus melakukan promosi wisata, juga dilaksanakan pengawasan pemungutan retribusi pada saat dini hari. “Tengah malam kami datangi TPR untuk mengoptimalkan pendapatan,” kata mantan Kepala Bagian Organisasi, Setda Gunungkidul ini.
BACA JUGA: Tiga Bansos di Gunungkidul Cair Bersamaan untuk Puluhan Ribu Orang
Aldian menambahkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan pendapatan retribusi wisata belum maksimal. Salah satunya dikarenakan kunjungan selama pandemic masih sangat fluktuatif. Selain itu, adanya kenaikan BBM juga ikut memberikan pengaruh terhadap pemasukan yang ada. Kondisi ini diperparah dengan adanya dampak dari Bencana Hidrometeorologi di Bumi Handayani.
“Jadi memang ada pengaruhnya. Untuk mencapai target yang ada memang tidak mudah, tapi pada Desember ini diharapkan meningkat signifikan karena bertepatan dengan libur natal dan libur akhir tahun,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi Gerindra, Sumaryanta mengatakan PAD wisata belum maksimal hingga sekarang. Menurut dia, Langkah paling efektif dengan memihak ketigakan penarikan retribusi, tetapi opsi ini tidak pernah diambil, meski ada desakan untuk melaksanakan.
Adapun cara kedua dengan menarik retribusi di setiap destinasi, sehingga penarikan bukan lagi berpatok pada kawasan wisata. Opsi ini dinilai akan lebih efektif dan adil. “Sekarang seperti ada ketimpangan. Misal untuk kawasan Baron hanya bayar Rp10.000 sudah bisa menikmati 16 pantai. Sedangkan di Timang, dengan tiket masuk Rp5.000 per orang hanya mendapatkan satu pantai saja,” katanya.
Dia berharap apabila opsi penarikan di tiap destinasi bisa diwujudkan, maka harganya bisa lebih diturunkan. “Jangan Rp10.000 jelas memberatkan pengunjung. Bisa saja per orang ditarik Rp3.000 di satu destinasi. Memang nominalnya kecil, tapi kalau berkunjung di lima pantai maka pendapatan yang masuk bisa lebih besar ketimbang yang berlaku sekarang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul yakin Perda RTRW segera terbit sebelum 7 Oktober untuk mendorong pemerataan pembangunan antarwilayah.
Manajer Kopdes Merah Putih segera ditempatkan. Pemerintah mengatur gaji berdasarkan UMP dan PKWT dua tahun di bawah Agrinas.
Spanyol bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Inggris 3-2 di Wembley dalam laga pembuka UEFA Nations League.
Wisatawan dari kawasan Malioboro yang hendak menuju Pantai Parangtritis dapat memanfaatkan Bus Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 27 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.