Advertisement

Dua Pelajar yang Diduga Menyerang Murid SMPN di Jogja Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Yosef Leon
Kamis, 08 Desember 2022 - 15:17 WIB
Budi Cahyana
Dua Pelajar yang Diduga Menyerang Murid SMPN di Jogja Ditangkap Polisi, Ini Motifnya Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Aparat kepolisian menangkap dua orang yang diduga menjadi pelaku penyerangan terhadap murid SMPN 11 Jogja pada Selasa (6/12/2022) lalu di perempatan sekolah setempat. Keduanya masih berstatus sebagai pelajar menengah dari sekolah lain di Jogja. 

Kepala Seksi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan setelah kejadian itu petugas langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap pelaku. Polisi juga sempat memeriksa kamera pengawasan yang ada di sekolah untuk mengusut insiden tersebut. "Hari Rabu 7 Desember 2022 sekitar pukul 13.30 WIB di Wirobrajan, dua terduga pelaku ditangkap," katanya, Kamis (8/12/2022). 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Keduanya yakni A, laki-laki usia 15 tahun dan E, laki-laki usia 14 tahun. Keduanya pelajar salah satu SMP di Kota Jogja. Polisi mengklaim penganiayaan itu diakibatkan dendam lantaran pelaku pernah ditantang korban untuk tawuran. Yang bertindak sebagai eksekutor dalam insiden itu yakni A. 

"Sebelumnya sudah merencanakan penganiayaan tersebut dan sabuk milik dari pelaku E," jelas Timbul. 

Timbul menambahkan kedua pelaku berboncengan sepeda motor saat hendak menganiaya korban. A membonceng E. Setelah sepeda motor yang ditumpangi keduanya dekat dengan korban, A kemudian turun dari motor menarik sabuk dan menghantamkannya ke arah korban. 

BACA JUGA: Seorang Pelajar SMP di Kota Jogja Jadi Korban Sabetan Gir

"Dihantam sebanyak dua kali dan mengenai muka korban lantas mereka kabur. Barang bukti sabuk yang digunakan juga sudah kami sita," ucapnya. 

Insiden ini membuat korban mengalami luka pada bagian wajah dan mesti mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Kepala SMPN 11 Jogja Amelan mengatakan sekolah sudah berulang kali mengantisipasi konflik antar remaja dan sekolah. Namun, menurutnya insiden itu berada di luar lingkungan sekolah dan sulit untuk diantisipasi. 

"Kami minta juga pengawasan dari lingkungan dan orang tua, kalau di sekolah kan murid juga hanya beberapa jam," ujar dia. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Meriah! Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement