Parkir Bus di Eks Menara Kopi Kotabaru Naik Drastis Saat Libur Panjang
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Tangkapan layar talkshow bertajuk Tahun Politik yang Bebas Isu Primordial, Selasa (13/12/2022)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Arus informasi di era digital membuat banyak informasi ditangkap masyarakat, baik yang dapat dipercaya maupun tidak. Walhasil, beberapa informasi dapat membawa isu terkait politik identitas.
Anak muda diharapkan dapat memilah informasi yang dapat dipercaya. Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Yogyakarta, Agung Purwandono, mengatakan politik identitas akan selalu ada di tahun politik. Menurutnya, masyarakat, terutama anak muda, harus bersiap menghadapinya, salah satunya dengan edukasi literasi digital.
“Saat ini informasi begitu besar, tapi masyarakat tidak tahu mana yang dapat dipercaya,” kata Agung, dalam talkshow bertajuk Tahun Politik yang Bebas Isu Primordial, Selasa (13/12/2022).
Agung mengatakan pada 2019 AMSI memiliki program debunking untuk menyanggah hoaks. Tahun ini, AMSI mengampanyekan prebunking atau menangkal serta meminimalkan persebaran hoaks. Program tersebut dapat membantu anak muda mengenali informasi.
Menurut Agung, media harus dapat menyesuaikan konten yang disajikan dengan pembaca. “Informasi harus tersebar melalui banyak kanal, harus multiplatform,” katanya.
Langkah tersebut harus dilakukan, agar pesan media sampai pada anak muda.
Agung mengatakan saat ini anak muda telah memiliki kemampuan memilah dan memilih informasi. “Jangan terburu-buru menyebarkan informasi,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Stevanus C. Handoko, mengharapkan masyarakat terlibat menghindari politik identitas yang disebarkan menggunakan hoaks.
“Di media sosial, sekarang setiap orang bisa bersuara, saya berharap setiap orang bergerak ke arah yang sama, ke arus yang sama untuk menyuarakan bahwa politik identitas sudah tidak boleh dilakukan,” katanya.
“Kita harus pintar memilah dan memilih informasi, crosscheck informasi, dan mengisi ruang digital dengan konten positif. Mengisi ruang publik digital dengan konten yang meng-counter politik identitas.”
BACA JUGA: Layanan Angkutan Umum DIY Jadi Percontohan Nasional, Kok Bisa?
Ketua BEM UGM, Muhammad Khalid, mengatakan politik identitas di kalangan anak muda dapat dicegah dengan gagasan. “Gagasan dan arus globalisasi meretas batas antara kita [anak muda], harapannya, anak muda sekarang tidak membedakan suku, agama. Itu [gagasan dan arus globalisasi] mendorong inklusivitas,” kata Khalid.
Khalid berharap media dapat objektif untuk memberitakan informasi terkait pemilu. “Kalau tidak bisa netral [media] setidaknya objektif, fakta yang ada. Kita sebagai masyarakat juga berhak untuk memberikan data itu, karena media mungkin tidak dapat bisa menjangkau semuanya. Masyarakat dan media saling check dan balance dalam memberikan media, konten, yang berkualitas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivitas parkir bus wisata di Eks Menara Kopi Kotabaru Jogja melonjak saat libur panjang, bisa tembus lebih dari 35 bus per hari.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.