Advertisement

Pengunjung Membeludak! Ini Persiapan UPT Malioboro di Liburan Akhir Tahun

Yosef Leon
Kamis, 29 Desember 2022 - 13:27 WIB
Sunartono
Pengunjung Membeludak! Ini Persiapan UPT Malioboro di Liburan Akhir Tahun Jalur pedestrian Malioboro, Jogja, Rabu (9/2/2022). - Harian Jogja/Maya Herawati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Kunjungan wisatawan ke Kota Jogja diprediksi masih terus meningkat sampai dengan masa libur akhir tahun mendatang. Malioboro sebagai pusat pariwisata kota pelajar masih menjadi salah satu tujuan utama bagi para pelancong, khususnya pada malam pergantian tahun nanti. 

UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro bahkan menyatakan tren pengunjung terus mengalami peningkatan. Sejak periode 20-27 Desember lalu tercatat Malioboro sudah dikunjungi sebanyak 222.178 orang. Puncak kunjungan terjadi pada libur Natal kemarin dengan jumlah 45.160 orang. 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Wisata Jogja: Malioboro Sudah Berubah, Begini Panduan

Malam pergantian tahun mendatang pun jantung Kota Jogja itu diprediksi masih menjadi salah satu tujuan utama wisatawan maupun warga lokal dalam menghabiskan momentum Tahun Baru. Sepanjang kawasan itu akan padat pengunjung untuk merayakan malam tahun baru dengan berbagai aktivitas. 

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Malioboro Ekwanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan agar momen perayaan malam Tahun Baru berlangsung nyaman di kawasan tersebut. Animo masyarakat dipastikan tetap tinggi meski Pemkot Jogja sudah memastikan tidak ada perayaan acara di sepanjang sumbu filosofi.

"Ada beberapa hal yang kami cermati sepanjang perayaan libur Natal dan Tahun Baru ini dan sudah kami koordinasikan ke berbagai pihak untuk memastikan wisatawan dan kawasan Malioboro tetap aman dan nyaman dinikmati oleh semua orang," kata Ekwanto, Kamis (29/12/2022). 

Berkaca pada berbagai kejadian sebelum-sebelumnya, UPT setempat telah mengantisipasi potensi munculnya insiden yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung saat berwisata ke Malioboro. Misalnya saja persoalan parkir, sampah, penyeberangan jalan, skuter listrik, pedagang kaki lima (PKL) maupun protokol kesehatan. 

"Mengenai parkir selalu kami imbau lewat petugas dan juga radio agar memilih lokasi yang sudah disediakan pemerintah. Di Malioboro ada Tempat Khusus Parkir (TKP) Malioboro 1 dan Malioboro 2, Abu Bakar Ali dan lain sebagainya," kata dia. 

Pihaknya juga melarang pengunjung membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut. Pengawasan dilakukan dengan memaksimalkan petugas Jogoboro dan imbauan dari pengeras suara. Di kawasan itu juga telah dilengkapi dengan kamera CCTV sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir tindak kejahatan. 

"Untuk penyeberangan juga silahkan pada titik penyeberangan, kalau betul-betul padat, di lapangan ada Jogoboro dan bisa minta bantuan pengamanan," ujarnya. 

Ekwanto menambahkan, ramainya pengunjung yang datang ke Malioboro juga menimbulkan pedagang kaki lima (PKL) liar di sejumlah titik. Kondisi ini sedikit banyak menimbulkan nuansa dan pemandangan yang berbeda dan berpotensi semakin banyak. Dirinya mengaku telah melakukan edukasi kepada para pengunjung bahwa pemerintah telah menata PKL dengan menempatkan di lokasi resmi yakni TM 1 dan 2. 

BACA JUGA : Libur Akhir Tahun, Wisatawan Malioboro Diajak Pilah Sampah

"Masih ada yang menganggap bahwa PKL yang dulunya di sepanjang kawasan Malioboro itu sekarang hilang. Kita sudah informasikan bahwa PKL sekarang tempatnya di selatan Jalan Malioboro atau di depan pasar Beringharjo dan selatan hotel Inna Garuda," jelasnya. 

Kepada pedagang lesehan atau PKL kuliner juga diingatkan agar tidak aji mumpung kepada wisatawan yang berkunjung dengan memasang harga di atas rata-rata. Pihaknya memastikan bahwa semua pedagang lesehan sudah memasang daftar harga pada meja dan sudut warung yang dengan mudah bisa diakses pembeli. 

"Kalau menemukan ada yang tidak pasang harga bisa dilaporkan ke kami atau petugas. Kami berharap tidak ada yang nuthuk harga, risikonya sangat tinggi dan bisa ditutup lapak dan kiosnya," ungkap Ekwanto. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ingin Temui Megawati, Surya Paloh: Kita Kasih Kode-Kode Dulu

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement