Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Sejumlah becak kayuh tradisional terparkir di kawasan Hotel Pesona Malioboro, Jumat (23/12/2022). Dinas Perhubungan DIY berencana untuk mengganti becak kayuh tradisional dengan becak kayuh tenaga penguat 2023 mendatang. - Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, JOGJA--Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna (BPTTG) merupakan salah satu instansi yang dipercaya untuk memproduksi purwarupa becak kayuh tenaga penguat. Diproduksi secara internal dengan bantuan tenaga perekayasa setempat, jawatan ini menghasilkan sebanyak lima unit becak kayuh tenaga penguat dengan berbagai tipe yang berbeda. Tahapan produksinya sudah dimulai sejak April lalu dengan menggandeng sejumlah akademisi dan selesai pada akhir 2022.
"April kita sudah mulai dengan FGD bersama akademisi kemudian tahap desain dengan mempelajari komponen becak yang sekarang dan perlu penambahan apa pada komponennya," kata Kepala Balai Pengembangan Teknologi Tepat Guna Anton Raharja, Rabu (21/22/2022).
BACA JUGA : DIY Produksi Ratusan Becak Kayuh dengan Tenaga Penguat
Purwarupa becak kayuh tenaga penguat yang diproduksi BPTTG dilengkapi dengan micro controler yang berfungsi untuk mengatur kecepatan becak agar tidak lebih dari 18 km per jam. Baterai ditempatkan di bawah tempat duduk penumpang yang disambungkan dengan alat pembaca sistem pada pedal kayuh. Dalam tiga kali putaran kayuh, sensor akan membaca dan tenaga tambahan dari baterai otomatis berfungsi yang menambah penguat saat kendaraan melaju.
Juga disematkan sistem rem statis dan elektrik berjenis disc brake pada roda belakang agar kendaraan tetap dalam kecepatan yang stabil pada saat melewati jalan dengan tipe menurun. Selain itu ada pula beberapa aksesoris tambahan berupa speedometer, lampu rem, lampu kota, sign serta seat belt penumpang.
Anton mengklaim dari sisi keamanan dan kenyamanan becak ini telah diuji coba dan siap diluncurkan. Hanya saja untuk pengemudi berpostur tinggi dengan kondisi kaki yang cukup panjang, becak ini kurang nyaman lantaran jarak stang dengan tumpuan kaki ke pedal kayuh terlalu dekat, sehingga cenderung susah untuk berbelok.
Untuk tenaga penguatnya, becak ini mengadopsi dua baterai masing-masing berkapasitas 60 volt 5 Ah. Daya itu diasumsikan mampu menempuh jarak 10 km dengan beban maksimum atau dua penumpang satu pengemudi serta tahan selama empat sampai lima jam perjalanan. Sementara untuk isi ulangnya membutuhkan waktu tiga jam reguler dan setengah jam dengan fast charging.
BACA JUGA : Begini Nasib Tukang Becak Kayuh Saat Ini
"Kami juga pasang namanya floating brake sistem yang biasanya digunakan untuk parkir. Jadi saat berhenti tinggal tekan tidak perlu mengganjal lagi dengan bantuan alat, becak tidak akan bergerak. Termasuk kita juga masukkan pengontrol untuk kecepatan seperti GPS sehingga nanti yang mengemudi tahu bahwa kecepatan atau baterai sudah mau habis," jelas Anton.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.