Advertisement

GKR Hemas dan Gus Hilmy Kembali Maju di Pemilu DPD, KPU DIY Terima 9 Bakal Calon

Triyo Handoko
Jum'at, 06 Januari 2023 - 18:37 WIB
Bhekti Suryani
GKR Hemas dan Gus Hilmy Kembali Maju di Pemilu DPD, KPU DIY Terima 9 Bakal Calon Gusti Kanjeng Ratu Hemas - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Persiapan pemilihan umum (pemilu) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di DIY memasuki tahap verifikasi administratif. Dari total 12 bakal calon, sebanyak sembilan orang yang meneruskan pencalonannya.

Sembilan calon tersebut telah berhasil mengumpulkan lebih dari dua ribu dukungan, sedangkan tiga orang lain tak dapat memenuhi syarat dukungan tersebut. Selanjutnya, KPU DIY sedang melakukan verifikasi dari dukungan yang sudah diberikan masyarakat ke sembilan bakal calon ini. Dari sembilan bakal calon, diketahui hanya dua petahana DPD 2019-2024 yang mencalonkan lagi dari total empat orang.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dua petahana yang mencalonkan lagi adalah GKR Hemas yang periode sebelumnya mendapat 984.234 suara dan Hilmy Muhammad atau Gus Hilmy yang sebelumnya mengantongi 299.164 suara. Dua anggota DPD RI dari DIY yang tak mencalonkan lagi adalah Muhammad Afnan Hadikusumo dan Cholid Mahmud.

Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan tiga bakal calon yang tak melanjutkan proses. “Tidak lanjut karena tak bisa mengumpulkan dua ribu dukungan, ada yang bahkan hanya dapat lima dukungan dari minimal dua ribu,” katanya, Jumat (6/1/2022).

BACA JUGA: Tak Kuat Menanjak, Tronton Pembawa Backhoe Terguling di Tanjakan Sambeng Gunungkidul

Jumlah minimal calon DPD sendiri tak ada batasnya, jelas Hamdan, tapi DIY punya jatah kursi empat orang. “Sekarang sembilan orang ini ibaratnya sedang berusaha mendapatkan tiket untuk mencalonkan DPD, setelah tahap verifikasi administrasi akan dilakukan verifikasi faktual,” jelasnya.

Verifikasi administrasi yang dilakukan KPU DIY adalah memeriksa surat dukungan bakal calon. “Kami cek apakah ada dukungan gandanya, apakah data dukungan seperti KTP, KK, dan surat dukungan sudah lengkap, sampai apakah pendukung ini sudah cukup umur dan bukan anggota TNI, Polri, dan PNS,” terangnya.

Jika hasil verifikasi administratif bakal calon, lanjut Hamdan, sudah memenuhi batas minimal dua ribu dukungan maka dilanjutkan verifikasi faktual. “Jika hasil verifikasi administratif belum mencapai, misinya mengumpulkan 2.500 dukungan tapi setelah verifikasi administratif yang sah hanya 1.800 maka nanti kami sediakan waktu untuk memperbaiki, jika dalam batasnya tetap tidak bisa memenuhi berarti gugur,” ujarnya.

Dalam verifikasi faktual yang dijadwalkan pada 6 Februari nanti, sambung Hamdan, akan dilakukan pengecekan lapangan dengan menggunakan sampel tertentu. “Merumuskan jumlah sampelnya menggunakan rumus Sainte Lague dan tergantung jumlah dukungan hasil verifikasi administratif,” katanya.

Ketua Divisi Penyelenggaraan KPU DIY Moh Zaenuri Ikhsan menyebut partisipasi masyarakat diperlukan dalam proses pemilu DPD ini. “Partisipasinya jika nama seseorang dicatut dalam dukungan bakal calon, bisa melaporkan ke kami. Nanti juga akan ada verifikasi faktual, kami minta misalnya pendukung didatangi petugas dapat memberikan informasi yang diminta,” jelasnya, Jumat sore.

Zaenuri menjelaskan KPU DIY juga turut bekerja sama dengan KPU kabupaten/kota dalam verifikasi administrasi yang sedang dilakukan. “Pencocokan data dukungangan uga dilakukan KPU kabupaten/kota,” ujarnya.

Dukungan bakal calon DPD, jelas Zaenuri, minimal mencakup tiga kabupaten/kota. “Daerah yang paling banyak memberikan dukungan bakal calon DPD ini Sleman dengan jumlah sekitar 10 ribu dukungan, lalu Bantul dengan jumlah 7 ribu dukungan,” katanya.

Sedangkan bakal calon yang memiliki dukungan paling banyak adalah Hilmy Muhammad dengan 5.941 suara, lalu GKR Hemas dengan 5.875 dukungan, dan Sutrisno Sunardi dengan 5.099 suara. Tiga besar bakal calon dengan dukungan terbanyak tersebut memiliki dukungan dari masyarakat lima kabupaten/kota. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Curhat Mensos Risma Ke DPR, Bansos Rp412 Miliar Diblokir Sri Mulyani

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 21:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement