WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi Underpass Kentungan, Sleman./Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, SLEMAN—Underpass atau terowongan di Kentungan, Sleman, kebanjiran pada Selasa (10/1/2023) pagi. Anehnya, tidak turun hujan pada malam sebelumnya di sekitar Kentungan. Pompa air yang mati ditengarai menjadi penyebabnya.
Genangan muncul di Underpass Kentungan sekitar pukul 05.00 WIB. Satlantas Polresta Sleman sempat mengatur lalu lintas dan mencari penyebab genangan pada pukul 06.30 WIB. Air baru surut sekitar pukul 09.00 WIB.
PPK 1.1 Provinsi DIY Underpass Kentungan, Ersy Perdhana, menjelaskan pompa air di underpass tersebut mati. “Ternyata pompa pada mati, kok ngedrop semua. Saya juga manggil teknisi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
BACA JUGA: Jalan di Gunungkidul Setara Wonosari Jakarta PP, Butuh Rp600 Miliar untuk Bikin Mulus
Pompa yang totalnya berjumlah empat tersebut berfungsi untuk menyedot ketika terjadi genangan air. Pagi itu, trafo bermasalah sehingga seluruh pompa mati. Pengelola Underpaas Kentungan akan meminta PLN untuk menambah kapasitas trafo.
Sumber genangan tersebut bukan dari hujan, tetapi dari mata air yang terdapat di Underpass Kentungan. “Semacam mata air, levelnya air tanah. Itu di atasnya underpass,” ungkapnya.
Struktur muka air tanah yang tinggi ini menyebabkan air keluar meski tidak hujan. Mata air tersebut terdapat di kedua sisi underpass, barat dan timur.
Di sekitar mata air tersebut, petugas sudah rutin membersihkan sepekan sekali. Biasanya ditemukan banyak sampah di situ sehingga menyebabkan genangan. “Baru kemaren dibersihin. Biasanya kemarin ada genangan karena ada sampah,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Penanaman budaya, karakter, dan nilai moral harus dimulai dari lingkungan keluarga agar keistimewaan DIY tetap terjaga di tengah perubahan zaman.
Royalti musik DIY masih rendah. Kemenkum DIY dan LMKN mendorong hotel, kafe, dan pusat belanja patuh membayar royalti musik.
Pergeseran tren wisata global menuju wellness tourism dibahas dalam Stipram Creative Venture Fest 2026 di Yogyakarta.
Pemerintah memetakan kebutuhan SDM hilirisasi. Perguruan tinggi diminta menyiapkan lulusan yang sesuai kebutuhan industri strategis.
Kemendikdasmen mengungkap Indonesia masih membutuhkan 11.000 Guru Pendamping Khusus untuk mendukung pendidikan inklusi di sekolah.