Komisi A DPRD Jogja Dorong Seni Jalanan Dikurasi dan Punya Lokasi Khusus
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Ilustrasi haji/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Hingga 13 Januari 2023, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY masih menunggu keputusan dari Kemenag RI mengenai kuota haji DIY.
Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) mengenai ibadah haji 1443 H/2023 M. Dalam nota kesepahaman tersebut dinyatakan kuota haji jemaah Indonesia telah kembali normal mencapai 221.000 orang.
Kepala Kanwil Kemenag DIY Masmin Afif mengatakan saat ini Kanwil Kemenag DIY masih menunggu keputusan resmi dari Kemenag RI tentang kuota jemaah haji tahun ini. “Resminya kami masih menunggu, tetapi berdasarkan informasi yang kami terima, kuota normal sekitar 3.150-an untuk lima kabupaten/kota,” ucapnya, Jumat (13/1/2023).
Masmin mengatakan jumlah tersebut merupakan kuota jemaah haji DIY dengan keberangkatan 100%. Tahun lalu, calon haji yang berangkat hanya sekitar 1.400 orang atau 50%. Dia juga mengatakan, tahun ini tidak ada pembatasan usia bagi jemaah haji.
BACA JUGA: Tahun Ini Kuota Haji Sleman Dipatok 1.199 Orang
Masmin mengatakan calon haji yang seharusnya berangkat tahun lalu tetapi karena Pandemi Covid-19 tidak dapat berangkat harus menjadi prioritas. Menurut Masmin, kebijakan tersebut masih menunggu keputusan resmi dari Kemenag RI. “Utamanya diprioritaskan yang dua tahun kemarin enggak jadi berangkat, yang 2020, dan 2021. Regulasinya mestinya seperti itu,” ucapnya.
Selain itu, Masmin juga mengatakan ada kuota cadangan bagi calon haji bila kuota normal belum terpenuhi. “Sebetulnya itu [kuota khusus] disisi ketika saat pelunasan [namun] tidak semua porsi terisi. Kemudian ada cadangan untuk mempercepat persiapan [mempercepat daftar tunggu]. Ada yang meninggal, ada yang mundur, ada yang sakit. Untuk mengantisipasi itu, dipersiapkan kuota 5%,” ucapnya.
Dia mengatakan hingga kini regulasi kuota khusus belum ada. “Biasanya setiap tahun ada [kuota] untuk usia lansia, ketika sudah ada pendaftaran dan masih ada sisa kuota, biasanya ada prioritas untuk usia lanjut," ujar dia.
Dengan tidak adanya pembatasan jumlah jemaah haji, waktu tunggu jemaah haji di DIY mencapai 33 tahun. Ia pun mengimbau calon haji agar dapat mempersiapkan diri secara lahir dan batin untuk menunggu waktu keberangkatan ibadah haji. “Dengan persiapan yang matang, harapannya jamaah haji dapat memaksimalkan waktu ini untuk terus membekali diri agar dapat maksimal ketika ibadah di Tanah Suci,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.
Peneliti UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan model branding kopi berbasis kearifan lokal untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.