Astra Motor Jombor Dukung Insan Pers lewat Servis Motor Gratis
Astra Motor Jombor gelar servis gratis untuk wartawan Harian Jogja dalam rangka Hari Pers Nasional 2026.
screenshot nomor palsu mengatasnamakan wakil bupati Bantul./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul meminta masyarakat untuk waspada jika menerima pesan singkat atau telepon dari nomor yang mengatasnamakan Wakil Bupati Bantul, Joko B.Purnomo. Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir beredar nomor palsu Wakil Bupati Bantul, bahkan sudah ada yang tertipu.
“Infonya ada salah satu takmir masjid yang sempat dihubungi infonya sudah tertipu, tetapi tertipunya berapa nominalnya saya kurang tahu persisnya,” Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfo Bantul, Arif Darmawan, Jumat (13/1/2023).
Arif mengatakan ada dua nomor Whatsapp (WA) yang mengatasnamakan wakil bupati dan sudah beredar sejak beberapa hari terakhir dan sudah menghubungi sejumlah takmir masjid dan juga pengurus rumah ibadah lainnya.
Modusnya, kata dia, menawarkan bantuan atau hibah ke rumah ibadah, tetapi yang bersangkutan meminta imbalan atau uang fee. Jika korban yang dihubungi tertarik untuk segera mengajukan persyaratan administrasi.
Dia mengaku petugas Diskominfo sudah mengonfirmasi langsung kedua nomor yang beredar itu dan dipastikan palsu. Kedua nomor tersebut adalah 081231627774 dan 081231335851.
Arif meminta masyarakat untuk berhati-hati dan memastikan kembali jika dihubungi dan meminta sesuai mengatasnamakan pejabat.
BACA JUGA: Tak Kapok, Penerbit Indie di Jogja Ini Diduga Kembali Lakukan Penipuan
Dihubungi terpisan, Wakil Bupati Bantul, Joko B.Purnomo mengaku sudah mendapatkan informasi terkait adanya nomor WA yang mengatasnamakan dirinya. Bahkan dalam nomor WA tersebut memajang foto profil dirinya dan keluarganya. Ia memastikan kedua nomor tersebut palsu dan itu adalah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, pesan singkat lewat nomor palsu tersebut dilakukan secara masif untuk menghubungi tempat-tempat ibadah, yang menyampaikan bahwa seolah-olah Pemkab Bantul akan memberikan bantuan hibah kepada tempat ibadah tersebut. Kemudian modusnya adalah dia mengatakan kelebihan transfer, kemudian minta fee dan kemudian itu diminta takmir masjid ke nomor rekening oknum.
“Dan untungnya takmir-takmir masjid di Bantul mayoritas sudah punya nomor HP saya. Sehingga mereka memberikan konfirmasi ke saya semua dan sudah kita jelaskan,” katanya.
Terkait dengan hal tersebut, “Saya Joko Purnomo, Wakil Bupati Bantul meminta, mengimbau kepada seluruh masyarakat Bantul untuk waspada jika mendapatkan chat WhatsApp telepon dari siapapun yang mengatasnamakan saya. Itu jelas tipu muslihat, itu tipu menipu, tetapi saya melihat bahwa itu ada nuansanya politisnya juga,” ujar Joko.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga meminta masyarakat yang terlanjur tertipu untuk melaporkannya ke penegak hukum agar ada tindak lanjut dari polisi.
“Untuk selanjutnya saya berharap kepada pelaku agar tidak melanjutkan hal seperti itu, karena itu tidak baik. Secara hukum agama itu juga berdosa apalagi yang ditipu tempat-tempat ibadah,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 16 Juli 2026. Tarif tetap Rp8.000 dengan keberangkatan dari Jogja mulai pukul 05.05 WIB hingga 22.35 WIB.
KPK menyambut positif pembentukan tim penyidik Kejagung untuk menangani kasus Febrie Adriansyah yang kini masih berstatus saksi.
KPPU telah memutus enam perkara persaingan usaha hingga Juni 2026 dengan total denda Rp767 miliar. Enam perkara lainnya masih diproses.
BKPM mengungkap lelang pengembangan sistem OSS senilai Rp26,46 miliar gagal karena tidak ada penyedia yang sanggup menyelesaikan proyek.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.