Advertisement

Tak Kapok, Penerbit Indie di Jogja Ini Diduga Kembali Lakukan Penipuan

Triyo Handoko
Rabu, 21 Desember 2022 - 16:47 WIB
Arief Junianto
Tak Kapok, Penerbit Indie di Jogja Ini Diduga Kembali Lakukan Penipuan Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Setelah viral karena diduga melakukan penipuan, Indie Book Corner melalui pemiliknya yaitu Irwan Bajang diduga kembali melakukan hal yang sama pada awal Desember ini.

Kali ini, seorang korban berinisial K, menjelaskan kronologi penipuan yang dialaminya bermula kesepakatan penerbitan pada November lalu, kemudian pada Desember ini kesepakatan tersebut tak kunjung terealisasi.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

K menjelaskan nilai kerja samanya dengan Indie Book Corner sebesar Rp1,3 juta. “Awalnya Irwan meminta Rp1,5 juta, lalu nego disepakati Rp1,3 juta dengan kesepakatan selesai penyuntingan dan desain sampul selama dua minggu tapi sampai sekarang tak terealisasi, Irwan tidak membalas pesan saya,” jelasnya, Selasa (20/12/2022).

Diduga modus penipuan yang dilakukan Irwan sama seperti korban-korbannya sebelumnya. Korban K memperlihatkan pesan yang dikirim oleh kontak Indie Book Corner yang berbunyi, “Hari ini naskah bisa kami proses ke editor ya Kak”. “Padahal belum ada kesepakatan, saya juga belum benar-benar yakin tapi Irwan terus meyakinkan,” katanya.

BACA JUGA: Penerbit Indie di Jogja Diduga Tipu Belasan Penulis Pemula, Puluhan Juta Melayang

Irwan, kata K, terus mengulur-ulur proses pengerjaan buku padahal sudah dibayar diawal dan disepakati bersama dalam waktu dua minggu kelar penerbitan buku tersebut.

“Awalnya, mereka menjanjikan bahwa proses editing akan dilakukan dengan koordinasi bersama penulis. Namun sepanjang dua minggu berjalan, saya merasa tidak dilibatkan atau dikonfirmasi apapun mengenai tulisan saya,” ujarnya.

Tak kunjung ada kabar, korban K terus mencoba mengkonfirmasi penerbitan bukunya. “Pada 23 November itu Irwan merespons chat saya dan menjanjikan bahwa pada sore hari di tanggal tersebut, naskah akan dikirim. Namun, hingga maghrib pun, saya tidak mendapat konfirmasi apapun,” terangnya.

Isi percakapan antara korban dugaan penipuan penerbit Indie Book Corner/Istimewa

Adapun progresnya, penerbitan buku K dijanjikan tinggal mengurus ISBN pada 29 November. “Pada hari itu [29 November] saya pun melakukan pelunasan sebesar Rp550.000. Setelah melakukan pelunasan, dia juga meminta alamat rumah untuk keperluan pengiriman buku. Saya pun menanyakan berapa lama proses cetak dilakukan. Pihak IBC pun mengatakan, cetak sih cepat, untuk sampel 2-3 hari,” jelas korban.

Proses penyuntingan dan desain sampul sudah selesai dilakukan Indie Book Corner, tetapi saat K menagih hasil cetakannya tidak segera diberikan hingga saat ini. “Saya tagih malah hilang kontak, tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya.

Sejak saat itu komunikasi dengan Indie Book Corner terputus, janji proses penerbitan akan segera rampung tak direalisasikan. “Karena nomor Whatsapp admin sudah tidak aktif, saya coba mem-follow up melalui surel, tetapi juga tidak berbalas. Saya pun merasa ada yang janggal dan mulai menelusuri nama Irwan Bajang di Internet. Di situ baru saya tahu, bahwa ada beberapa penulis yang menjadi korban dugaan penipuan yang dilakukan olehnya,” kata korban.

Korban K akhirnya menghubungi Irwan Bajang melalui media sosialnya. “Saya kirim direct message Instagram dibalas dan dijanjikan lagi, tetapi sampai sekarang janji-janji itu belum ada yang direalisasikan,” tegasnya.

Pengembalian dana penerbitan yang sudah disanggupi Irwan, menurut K, belum juga segera ditunaikan hingga sekarang. “Sampai sekarang dia tidak ada kirim balik uang saya, itu Cuma omong kosong. Pesan saya tidak ada yang dibalas, telpon tidak diangkat,” jelasnya.

Sementara Irwan Bajang menjelaskan kasus yang menimpanya sudah coba diselesaikan. “Sebagian besar yang ada sangkutan dengan Indie Book Corner sudah diselesaikan,” katanya lewat pesan WhatsApp, Selasa (20/12/2022).

Saat ditanya soal yang dialami K, Irwan menyebut proses penerbitannya tinggal menunggu cetak. “Tetapi dia minta dikembalikan dananya karena mungkin terpengaruh dengan cerita yang beredar. Tetapi dalam minggu ini akan kami selesaikan,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Simak! Cara Daftar KIP Kuliah 2023

News
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement