MU Kalah Lagi, Kini Dibungkam Bournemouth 0-3 di Old Trafford
Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson mencetak gol kemenangan tim tamu.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan ESDM DIY memberikan penjelasan terkait kebutuhan tanah uruk untuk pembangunan jalan tol di wilayah DIY.
Kepala Dinas PUP ESDM DIY Anna Rina Herbranti menjelaskan terkait izin quarry untuk pembangunan tol sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Dirjen Minerba Kementerian ESDM. Dasar hukum perizinan ini telah diatur dalam surat yang diterbitkan oleh Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral, Kementerian ESDM.
“Jadi terkait izin quarry untuk penambangan tanah urug dan ini sudah ada edarannya yaitu surat direktur pembinaan pengusahaan mineral, Ditjen Minerba nomor T-2207/MB.04/DBM.PU/2022,” kata Anna, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA : Sultan Tegas Tak Akan Melepas Kepemilikan Tanah untuk Tol
Ia mengatakan berdasarkan surat tersebut jika pengambilan quarry tersebut pada segmen rencana pembangunan jalan tol maka tidak wajin memiliki izin usaha pertambangan (UIP). Akan tetapi aturan ini mengharuskan bahwa material yang diambil sepenuhnya untuk kepentingan pihak tol dalam hal ini sebagai material uruk, bukan untuk dikomersialisasi.
“Apabila pelaksanaan kegiatan mengambil material tergali [tanah uruk] pada segmen rencana jalan tol untuk kepentingan sendiri dan sepanjang tidak mendapat keuntungan komersial, maka tidak wajib memiliki IUP untuk penjualan. Ini berdasarkan surat Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral,” ujarnya.
Akan tetapi proses pengambilan tersebut diwajibkan bagi pelaksana proyek untuk membayar paja mineral bukan logam dan batuan. “Tetapi mereka tetap harus membayar pajak MBLB,” katanya.
Pembangunan tol Jogja-Bawen seksi 1 sepanjang 8,8 kilometer saat ini sedang berlangsung pengerjaan konstruksinya. Salah satu material penting yang dibutuhkan adalah tanah urug. Pihak Jasa Marga Jogja Bawen selaku pengelola tol Jogja-Bawen menyatakan butuh antara 2 juta hingga 3 juta meter kubik material untuk tanah urug pembangunan seksi 1.
BACA JUGA : Pengerjaan Fisik Tol Jogja-Bawen Seksi 1 Capai 18.7 Persen
Penambangan quarry ini pun diambilkan dari wilayah DIY dengan melibatkan para pekerja lokal. Quarry merupakan lokasi pertambangan tanah atau batuan yang digunakan untuk keperluan proyek seperti tanah material timbunan, dan batu.
Sebelumnya Direktur Utama PT JJB Dwi Winarsa mengatakan kebutuhan material uruk untuk pembangunan tol Jogja-Bawen seksi 1 sekitar 2 juta hingga 3 juta meter kubik. Tanah uruk ini menjadi salah satu materil penting dalam proses pembangunan tol. Selain itu materialnya diupayakan diambil tak jauh dari lokasi proyek.
“Sebagai gambaran material urug timbunan tanah yang dipakai itu membutuhkan antara dua sampai tiga juta meter jubik. Kebutuhan material uruk itu untuk seksi 1, Jogja-Bawen,” katanya saat diwawancara di Jogja belum lama ini.
Jutaan meter kubik tanah uruk itu diambilkan dari tiga lokasi penambangan quarry di wilayah DIY dengan jarak sekitar 15 kilometer dari lokasi proyek. Dari tiga lokasi tersebut, satu diantaranya sudah berjalan dan dua lokasi lagi pada awal Januari 2023 lalu statusnya masih dalam proses perizinan
“Quarry-nya ada satu quarry yang sudah diambil, berikutnya ada dua quarry yang sedang diurus izinnya. Titik pengambilan itu kurang lebih 15 kilometer dari lokasi proyek,” katanya.
BACA JUGA : Resmi, Pemda DIY Tidak Akan Melepas Tanah Desa
Dwi menegaskan proses pengambilan material uruk ini juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Karena Sebagian besar menggunakan tenaga kerja lokal, seperti untuk tenaga pengambilan dan pengiriman dari lokasi tambang hingga ke pengerjaan konstruksi.
“Pada pelaksanaan konstruksi ini butuh tenaga kerja, material. Kemudian supportingnya sangat bermacam, sehingga harapannya proses konstruksi berjalan dengan baik. Seperti quarry ini ditambang dari daerah Jogja. Pelaksanan melaksanakan tukang di daerah Jogja,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester United kalah 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford. Rayan, Marcus Tavernier, dan Evanilson mencetak gol kemenangan tim tamu.
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Kemendikdasmen memindahkan seluruh peserta TKA SMA di Kalimantan Tengah ke jadwal susulan akibat karhutla. Penyesuaian di Kalsel dilakukan parsial.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.
Polisi menangkap suami siri dalam kasus dugaan pembunuhan ibu dan anak asal Bogor di Madiun. Penyidik masih mendalami motif dan mencari jasad korban.
BPS mencatat harga beras medium dan premium naik 0,16% pada pekan keempat Oktober 2026. Harga premium nasional melampaui HET semua zona.