PSS Sleman Siap Hadapi Dewa United, Usung Misi Bangkit Usai 2 Kekalahan
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Tren total kasus Covid-19 di Kulonprogo mengalami penurunan. Kendati demikian, kasus Covid-19 masih terus muncul dan persentasenya naik pada kalangan lansia.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulon Progo, Baning Rahayujati menerangakan pada tahun 2023, kasus Covid-19 di Kulonprogo tidak meningkat secara signifikan. Polanya bahkan disebut Baning sangat rendah.
"Polanya sangat rendah, tapi tren polanya masih sama. Polanya naik, tetapi naiknya sangat kecil. Kalau dulu naiknya bisa tinggi sekali. Tapi ada kenaikan," terangnya dikutip pada Rabu (25/1/2023).
BACA JUGA : 21 Siswa di Kulonprogo Positif Covid-19, Sultan
Ditilik dari persentasenya, kasus Covid-19 pada 2023 mayoritas muncul dari kategori usia 25-60 tahun. Adapun kategori lansia, persentase kasus mengalami kenaikan.
"Pada lansia itu mengambil porsi yang kasus 2023 saja itu sebanyak 30,4 persen dibandingkan dengan kasus-kasus sebelumnya. Pada 2022 itu di lansia hanya ada 15,3 persen," ungkapnya.
Merujuk angka tersebut Baning menyebutkan ada peningkatan dua kali lipat kasus Covid-19 pada kategori lansia. Padahal capaian ini baru akumulasi kasus di Januari.
"Kalau untuk yang usia produktif 25-60 itu relatif hampir sama. Total di 2022 dan sebelumnya itu sekitar 50 persen sekarang 43,5 persen. Jadi masih relatif stabil," jelasnya.
BACA JUGA : Update Covid-19 DIY: Kasus Positif Bertambah 849
Penemuan kasus Covid-19 di 2023 ini paling banyak karena suspek, dalam arti pasien tersebut mengalami gejala kemudian datang ke fasyankes, menjalani pemeriksaan dan hasilnya positif. Covid-19 yang muncul dari kasus suspek semacam ini sebanyak 56,5 persen. "Sedangkan yang dari kontak erat itu sebanyak 34,8 persen. Yang dari screening ini semakin sedikit hanya 8,7 persen," terangnya.
"Kalau dilihat kasusnya 56,5 persen, kontak eratnya 34,8 persen. Artinya kan harusnya satu-satu ini, jadi memang banyak yang tidak mau diperiksa saat di-tracing. Jadi kan yang di-tracing ini kan hanya separuh saja. Mereka cenderung tidak mau di-tracing apalagi diperiksa," lanjutnya.
Bila asumsi ada 100 kasus, dengan tracing per bandingan tracing satu banding empat atau satu banding lima harusnya angka yang diperoleh bisa melebihi dari suspek. Di sisi lain di tahun 2023, baru ditemukan satu kasus Covid-19 yang berujung meninggal dunia.
Libur Natal tahun 2022 dan Tahun Baru 2023 yang diprediksi bakal mengalami kenaikan kasus pun tak terjadi kemarin. Tidak adanya cuti bersama disinyalir Baning membuat pergerakan masyarakat saat libur Nataru tak semasif tahun sebelumnya. "Yang pulang itu juga tidak banyak, karena tidak ada cuti bersama. Sehingga memang pemudiknya enggak banyak," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 26 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.