DTSEN Dinilai Bermasalah, DPRD Jogja Minta Bansos Tak Terpaku Desil
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Ilustrasi penculikan anak/Pixabay
Harianjogja.com, JOGJA—Kapolda DIY Irjen Pol. Suwondo Nainggolan menegaskan tidak ada kasus penculikan anak di DIY. Beberapa kasus dugaan percobaan penculikan masih diselidiki oleh kepolisian.
“Kami pastikan sampai saat ini, tidak ada keluarga yang melaporkan anaknya yang diculik, baik itu bersifat informasi maupun laporan resmi,” katanya di Kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (2/2/2023).
Sementara, dugaan percobaan penculikan anak di Sleman sedang ditelusuri aparat kepolisian. Polisi masih menyisir dan mengecek lokasi. Sebelumnya, tiga siswa SDN Tajem, Maguwoharjo, Sleman, mengaku hendak diculik. Informasi itu juga disampaikan Lurah Maguwoharjo.
“Yang Sleman jelas, ini yang kami teliti lebih dalam,” katanya.
BACA JUGA: Sederet Kasus Dugaan Penculikan Anak di Jogja Sepanjang Januari 2023
Namun, Kapolda DIY mengatakan tidak ada laporan dugaan percobaan penculikan di Kota Jogja. Sebelumnya, salah satu orang tua siswa SD di Jogja mengatakan anaknya waswas masuk sekolah dan sulit tidur karena takut diculik setelah merasa dikejar orang tak dikenal sampai depan rumah.
Polda DIY juga masih menyelidiki hoaks yang bertebaran melalui Whatsapp tentang penculikan. “Isu yang dibangun di Whatsapp ini sedang kami dalami, apakah ada upaya menimbulkan ketidaknyamanan,” katanya.
BACA JUGA: Dikejar Penculik, Bocah SD di Jogja Tak Bisa Tidur dan Takut ke Sekolah
Suwondo menyampaikan beberapa voice note mengenai isu penculikan pun menyebar di Whatsapp. Menurutnya, voice note yang tersebar di Whatsapp sumbernya tidak kredibel. Selain itu voice note tersebut juga borderless atau tidak mengenal batas wilayah sehingga penyebarannya begitu mudah.
Dia memahami masyarakat menyebarkan pesan tersebut agar keluarganya mewaspadai isu penculikan tersebut. Namun, menurutnya pesan yang kebenarannya belum teruji bahkan hoaks tersebut berdampak pada meningkatnya kekhawatiran masyarakat.
“Buat kami rasa khawatir ini kami terjemahkan dengan meningkatkan keamanan. Jadi tidak terlalu mempersoalkan siapa yang kirim-kirim [pesan Whatsapp] dulu, tetapi kami meningkatkan penjagaan di masyarakat,” katanya.
BACA JUGA: 3 Siswa SD di Sleman Diduga Hendak Diculik, Dinas Pendidikan Keluarkan Peringatan
Polda DIY sudah menambah personel untuk mengamankan sejumlah ruas jalan. “Untuk memberi ketenangan kepada masyarakat, kami kasih polisi di jalan lebih banyak lagi. Supaya kalau terjadi sesuatu bisa tanya ke kepolisian. Kami menjamin prosesnya semua transparan dan terukur,” katanya.
Selain itu ada pula peningkatan patroli pada jam pulang sekolah. “Sekarang sudah saya perintahkan agar personel meningkatkan patroli di jam-jam pulang sekolah. Di sekitar sekolah khususnya di SD dan taman kanak-kanak atau PAUD,” katanya.
BACA JUGA: Waspada, Hoaks Wajah Penculik Anak Beredar di Grup Whatsapp Warga Jogja
Ada pula program satu sekolah dua polisi yang dilakukan dengan memberikan pemahaman kepada guru terkait langkah yang harus dilakukan untuk mengantisipasi penculikan anak. Program ini telah berlangsung di Kabupaten Sleman, Bantul dan Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Presiden Prabowo dijadwalkan menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang pada Senin (31/8/2026), sekaligus menerima KTA NU.
Kasus pneumonia di Pontianak meningkat 10-20 persen seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Dies Natalis ke-42 ISI Jogja ditutup pesta rakyat dua hari dengan jathilan, ketoprak, karawitan, hingga heavy metal.
Iran menuding elemen pemerintah AS dan aktor yang bersekutu dengan Israel berupaya memanipulasi pasar energi global di tengah konflik.
DPRD DIY menyoroti perubahan data desil yang menjadi basis sejumlah kebijakan, termasuk bantuan sosial dan kepesertaan BPJS.