Kebakaran Lahan Meningkat, DPRD Bantul Dorong Pengawasan hingga RT
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
PP Muhamadiyah mengumumkan hasil hisab untuk Ramadan, Syawal (Idulfitri) dan Zulhijah (Iduladha) 1444 H/2023, Senin (6/2/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengumumkan hasil hisab untuk Ramadan, Syawal (Idulfitri) dan Zulhijah (Iduladha) 1444 H/2023.
Berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada Kamis, 23 Maret 2023; 1 Syawal pada Jumat, 21 April 2023; dan Iduladha pada Rabu, 28 Juni 2023.
Ketua PP Muhammadiyah, Syamsul Anwar menjelaskan penetapan sejumlah hari penting bagi umat Islam itu dilakukan dengan perhitungan posisi geometris benda langit berupa bumi, bulan dan matahari.
Misalnya pada penetapan Ramadan, kata dia, ada tiga syarat yang dilihat dalam menentukan tanggal jatuhnya bulan suci tersebut yaitu, terjadi ijtimak atau bulan mengelilingi bumi dengan satu putaran sinodis.
"Satu putaran sinodis itu untuk Ramadan tercapai pada 22 Maret Pukul 00:25:41. Jadi itu bulan Syakban telah mengelilingi bumi satu putaran. Syarat pertama sudah terpenuhi. Tercapainya satu putaran sinodis itu terjadi sebelum matahari tenggelam, jadi karena terjadinya itu pada tengah malam, maka hari tenggelam besok sore, jadi syarat kedua sudah terpenuhi," ujarnya, Senin (6/2/2023).
BACA JUGA: Hilal Terlihat, Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa 23 Maret 2023
Sementara untuk syarat yang ketiga yakni saat posisi matahari tenggelam pada Rabu 22 Maret 2023 bulan masih berada di ufuk dan matahari tenggelam lebih dulu disusul oleh bulan.
Dengan begitu tiga syarat dalam penentuan 1 Ramadan sudah terpenuhi. Menurutnya peringatan awal Ramadan di seluruh Indonesia nantinya berlangsung sama, perbedaan peringatan hanya terjadi pada 1 Syawal atau Idul Fitri.
"Karena menurut kriteria tinggi bulan harus sekurang-kurangnya 3⁰ dan jarak bulan dengan matahari 6,4 derajat, itu belum terpenuhi untuk dapat dilihat. Kalau kriteria itu belum terpenuhi berarti tidak dapat dilihat, sehingga kemungkinan Idul Fitri jatuhnya berbeda," ungkapnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyebutkan keputusan hasil hisab untuk Ramadan, Syawal dan Zulhijah 1444 H itu diharapkan menjadi pedoman bagi warga Muhammadiyah secara khusus dan umat Islam di Indonesia.
Meskipun jatuhnya 1 Syawal atau Idulfitri dan Iduladha nantinya akan berbeda bagi umat Islam yang lain lantaran perbedaan metode perkiraan, tetapi hal ini jangan dianggap sebagai suatu hal yang baru, melainkan dijadikan ajang toleransi dan menghargai perbedaan.
"Inti dari semuanya adalah ibadah, sehingga masuk bulan Ramadan harusnya dijadikan proses ibadah yang membuat kita, kaum muslim semakin dekat kepada Tuhan dan insan manusia. Menjadikan diri kita semakin lebih baik lagi, sehingga perbedaan apapun semakin memperkuat diri, baik sebagai pribadi maupun islam secara kolektif," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta pengawasan potensi kebakaran lahan diperkuat hingga tingkat RT selama musim kemarau. Jumlah kasus kebakaran lahan di Bantul tercatat meningk
Media olahraga Asia Tenggara kompak memuji Vietnam usai mengalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026. Garuda kini menghadapi laga penentuan melawan Singap
Pemkot Jogja belum menerima informasi perubahan pengawasan SPPG setelah BGN memperketat sanksi kasus keracunan MBG dan menetapkannya sebagai kejadian fatal.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol