DPRD Bantul Tuntaskan 7 dari 12 Raperda Tahun Ini
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com,JOGJA--Kepolisian Resor Kota Jogja mengaku telah menerima laporan korban yang terlibat dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan di kawasan Nol KM pada Selasa (7/2/2023) lalu. Laporan tersebut dimasukkan pada Rabu (8/2/2023) kemarin ke Satreskrim Polresta Jogja.
"Penyelidikan masih terus berlanjut dan kemarin kami sudah terima laporan dari korban atas kejadian itu. Laporan yang masuk atas kasus penganiayaan dan pengeroyokan," kata Kepala Seksi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja, Kamis (9/2/2023).
BACA JUGA : Pengakuan Korban Klitih Titik Nol Jogja
Timbul menjelaskan, pada penyelidikan awal jumlah korban yang teridentifikasi masih satu orang yakni seorang mahasiswa berinisial GN. Tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah setelah petugas melakukan pemeriksaan atas peristiwa itu.
"Inisial korban GN mengalami luka lecet akibat senjata tajam, namun tentu terus berkembang. Itu kan masih satu pihak ya keterangan yang kita terima masih dari saksi dan korban saja, dari terduga pelaku kan mesti juga harus ada keterangan buat pelengkap," kata dia.
Sampai saat ini, polisi menyebut terduga pelaku yang terlibat dalam peristiwa tersebut masih berjumlah enam orang. Pihaknya telah melakukan serangkaian penyelidikan terhadap saksi dan juga kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi para terduga pelaku lain yang diduga terlibat.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Belasan Pohon Tumbang
"Identifikasi pelaku sudah kami lakukan, tapi sekarang belum kami simpulkan terkait dengan identitas. Dugaan masih mengarah ke enam orang," ujarnya.
Berkaitan dengan beredar luasnya foto-foto berikut identitas terduga pelaku di sosial media yang disebut sudah diamankan pihak kepolisian, Timbul memastikan bahwa informasi tersebut merupakan kabar bohong.
"Beredarnya enam orang pelaku yang ditangkap itu hoaks, kasus itu bukan di wilayah Polresta Jogja," kata dia.
Sementara, video berdurasi panjang lainnya yang masih satu kesatuan dengan insiden pengeroyokan dan penganiayaan itu pun turut beredar luas di sosial media. Polisi memastikan peristiwa yang dimulai dengan adu jotos antara kedua kelompok dan kemudian dilanjutkan dengan aksi pembacokan itu masih kasus yang sama.
"Semua video dan bukti lain yang masuk tentu kami dalami, bagaimana keterkaitannya dengan kasus itu kan semakin menambah bukti bagi penyidik. Termasuk yang unggah video juga sudah kita periksa. Kita juga belum tahu pengunggah apakah rekan korban atau hanya warga sana yang kebetulan melihat kejadian itu. Intinya tetap kami dalami," pungkas Timbul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
BNPB mencatat 53.971 rumah rusak akibat gempa 7,7 M di NTT. Sebanyak 19.006 rumah rusak berat dan data masih diverifikasi.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Minggu (23/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis.
Sri Widiastuti, nasabah BPR Syariah Dharma Kuwera, memenangkan Mitsubishi Xpander setelah konsisten menabung sejak 2022.
Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi saksi akad nikah Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Sleman lolos seleksi nasional tahap II UCCN 2027 bidang Film dan memperkuat ekosistem perfilman untuk mendorong ekonomi kreatif daerah.