Profil Paskibraka, Sejarah Berawal dari Jogja hingga Makna Formasi
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah politikus ramai-ramai memberikan respons terkait kasus klitih di titik nol kilometer Jogja yang viral. Kasus itu harus dituntaskan dan jangan sampai terulang karena terbukti menjadikan citra Jogja tidak aman bagi wisatawan.
"Kasus itu jelas membuat citra Jogja tidak aman. Bukan hanya citranya, tapi masyarakat menjadi was-was untuk keluar rumah. Padahal Jogja itu dikenal 24 jam kotanya tidak pakai tidur. Tetapi dengan kasus itu akhirnya memburuk karena orang merasa tidak aman ketika ingin keluar," kata Anggota DPR RI yang membidangi pertahanan dan keamanan, Sukamta, Jumat (10/2/2023).
BACA JUGA : Klitih Muncul Lagi, Pemkot Jogja Perkuat Pengawasan Jam Malam
Ia menilai persoalan klitih yang terjadi di Jogja bukan hal sederhana, namun menjadi serius karena praktik itu terjadi di jantung kota sekaligus ikon pariwisata Jogja, dalam hal ini titik nol kilometer. Di mana Kawasan itu juga pusat pemerintahan, ada Istana Kepresidenan, Markas Polresta dan Korem 072 Pamungkas. Oleh karena itu politikus PKS ini mendesak apparat terkait untuk melakukan pendekatan keamanan yang lebih serius.
"Perlu pendekatan keamanan yang serius. Harapan kami patroli itu diintesifkan. Polda sudah membuat program itu tapi terkadang kasus tersebut masih muncul kembali. Juga, satpol PP perlu juga ealakukan patroli bukan hanya ngendon di pos-pos kantor pemerintahan," katanya.
Akan tetapi pendekatan persuasif juga perlu dilakukan dengan menyasar pawang dari anggota kelompok geng remaja yang sering terlibat klitih. Pentolan kelompok kekerasan ini harus dicari keberadaanya kemudian dikumpulkan untuk membuat komitmen bersama dalam rangka menjaga kondusivitas Jogja.
Persoalan klitih di Jogja cenderung sudah menggenerasi. Karena perlunya melakukan penyelidikan ataupun riset guna mengetahui sesungguhnya persolan yang melatar belakangi aksi klitih. Setelah ditemukan kesimpulan dari hasil riset maka Pemda DIY bisa menuntaskan persoalannya. Jika pendekatannya tanpa pertimbangan ilmiahnya hal itu hanya terlihat bagus untuk publikasi tapi tidak menyelesaikan persoalan.
BACA JUGA : Klitih di Titik Nol Jogja Viral, Begini Respons GKR Hemas
"Ini kan sudah bergenerasi-generasi. Merupakan peristiwa yang sudah lama. Mungkin Pemda bisa kerj asama dengan kampus untuk membuat riset di masyarakat apa sih yang menyebabkan prilaku klitih ini," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
Prabowo menyapa puluhan ribu warga Monas dari atas Maung Limousine usai menyaksikan Karnaval Bersatu Harmoni Nusantara.
Sebanyak 26 pendaki Gunung Bawakaraeng mengalami cedera hingga hipotermia saat mengikuti rangkaian HUT ke-81 RI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 18 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur, termasuk waktu tiba di setiap stasiun.
KMP Putri Yasmin dinyatakan laik laut sebelum terbakar di Selat Lombok. Pemerintah menyoroti verifikasi manifest penumpang.
Tiga Sekolah Rakyat di DIY merayakan HUT ke-81 RI bersama di Kulonprogo untuk membangun kebersamaan dan percaya diri siswa.