Pemkot Jogja Target Kurangi Kawasan Kumuh 13,72 Hektare pada 2026
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Anak-anak RW 11 Kelurahan Pakuncen diperkenalkan untuk belajar cara budi daya lele./Istimewa-Dok. RW 11
Harianjogja.com, JOGJA—Warga RW 11 Kelurahan Pakuncen, Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, membudidayakan ikan lele mutiara menggunakan terpal untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya. Lokasi yang digunakan pun dahulu merupakan lahan yang digunakan warga untuk membuang sampah.
Ketua RW 11 Kelurahan Pakuncen, Edy Rifantono, menyampaikan budi daya ikan lele tersebut telah dilakukan sejak 2020. Lokasi pembudidayaan tersebut merupakan lahan kosong yang digunakan untuk membuang sampah warga, yang kemudian dimanfaatkan menjadi lahan untuk kolam lele. Program budi daya tersebut dilakukan untuk menambah gizi masyarakat.
“Warga biasanya kalau malam buang sampah di situ, akhirnya kamicoba bersihkan untuk kegiatan warga. Jadi [setelah dimanfaatkan untuk kolam lele] warga malah ikut menjaga lingkungan,” katanya, Jumat (10/2/2023).
Setiap hari, sekitar empat orang warga RW 11 mengelola kolam ikan tersebut. Empat orang tersebut secara sukarela mengelola kolam mulai dari menebar bibit lele, memberi makan, membersihkan kolam ikan, hingga memanen lele tersebut. Dengan enam kolam terpal ukuran 1x1x1 meter sekitar 500 benih ikan lele mutiara ditebar ke setiap kolam. Dari budi daya tersebut, hasil panen diperkirakan 25 kg per kolam dalam waktu empat bulan.
“Yang belakangan ini mutiara [jenis ikan lele], sebelumnya parahyangan [jenis lele],” katanya.
BACA JUGA: Malioboro Dirombak Besar-besaran, Begini Gambarannya Saat Sudah Jadi
Hasil budi daya tersebut dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi warga RW 11. Sebagian lainnya, apabila hasil panen berlebih maka akan dijual kepada salah satu warga RW 11 yang merupakan pedagang pasar dengan harga Rp.21 ribu per kilo. “Harapan kami bisa meringankan beban, dan meningkatkan gizi warga,” katanya.
Uang hasil penjualan tersebut digunakan warga untuk biaya operasional budidaya lele tersebut, selain itu juga untuk mengisi kas RW. “Belum untuk komersil untuk pengelolanya,” katanya.
Edy menyampaikan, hingga kini warga masih berupaya untuk meningkatkan pengelolaan kolam tersebut, salah satunya mencari makanan lain agar ikan lele tersebut dapat tumbuh dengan lebih baik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja menargetkan penanganan kawasan kumuh seluas 13,72 hektare pada 2026 melalui konsolidasi lahan, program M3K, dan penataan permukiman.
Harga sayur di Pasar Beringharjo turun tajam. Pedagang menyebut cuaca mendukung dan liburnya program MBG memengaruhi permintaan.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni MagangHub 2025 Batch 3. Pendaftaran berlangsung hingga 10 Juli 2026.
PT Pegadaian (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pers Indonesia melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
Cek jadwal Angkutan KSPN Jogja Kamis 2 Juli 2026 menuju Obelix Sea View dan Pantai Drini. Tarif mulai Rp12.000 dari Malioboro.
Jembatan Berjo di Sidoluhur rampung berkat kolaborasi BKK Rp224 juta dan swadaya warga Rp155 juta, memperkuat akses dan konektivitas.