Inflasi Agustus Gunungkidul Tertinggi se-DIY, Ini Pemicunya
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X melaunching bus sekolah bantuan Pemerintah DIY ke Pemkab Gunungkidul dengan cara menyirami dengan air kendi di TBG, Senin (13/2/2023)/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Perhubungan Gunungkidul menambah empat armada bus sekolah. Diharapkan dengan layanan ini bisa mengurangi keberadaan pelajar membawa motor ke sekolah.
Selain itu, juga bertujuan menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. Kepala Dinas Perhubungan Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, bus sekolah dirintis sejak 2022 lalu ada tiga unit. Di awal 2023 ada penambahan armada sebanyak empat unit sehingga total ada tujuh bus sekolah.
“Empat bus tambahan terdiri dari dua bus umum, satu bus disabilitas dan microbus,” kata Rakhmadian kepada wartawan, Senin (13/2/2023).
Dia menjelaskan, dengan tambahan armada ini maka jangkauan layanan semakin luas. Pada awal operasi, layanan hanya menyasar Kapanewon Karangmojo-Wonosari; Semanu-Wonosari dan Gedangsari-Wonosari, tapi sekarang sudah melayani rute Tanjungsari, Tepus,Playen, Paliyan, Ponjong.
BACA JUGA: 5 Gempa Paling Mematikan di Dunia, Korban Terbanyak Capai 830.000
“Kami ingin seluruh kapanewon bisa terlayani, tapi baru sembilan. Ke depannya, sembilan kapanewon lainnnya bisa menyusul,” katanya.
Menurut Rakhmadian, tujuh armada bus sekolah bisa melayanani sekitar 168 siswa. Meski dinilai masih kurang, tapi pelaksanaannya sudah bisa mengurangi jumlah kendaraan bermotor yang beroperasi di jalanan untuk antar jemput atau dibawa langsung para siswa.
“Tujuannya untuk mengurangi jumlah pelajar yang membawa motor dan tentunya menekan angka kecelakaan melibatkan anak sekolah,” katanya.
Dia menambahkan, penggunaan armada bus sekolah milik pemkab hanya melayani rute tujuan Wonosari. Adapun untuk di kecamatan hingga sekarang ada sembilan angkuntan umum yang bekerjasama dengan dinas perhubungan.
“Untuk layanan kami gratis, tapi untuk angkutan swasta dikenakan tariff Rp3.000 sekali naik. Jadi pulang dan pergi butuh ongkos Rp6.000 per anak,” katanya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dalam sambutannya mengatakan, pengadaan bus sekolah merupakan bentuk komitmen dari Pemerintah DIY di sektor pendidikan. Salah satunya dengan menyediakan fasilitas bagi anak-anak pulang pergi ke sekolah.
“Semua pengadaan memakai dana keistimewaan,” katanya.
Menurut dia, pemanfaatan dana keistimewaan di Gunungkidul tidak hanya sebatas pengadaan bus sekolah. Akan tetapi, juga ada alokasi pembangunan ruang terbuka hijau di pintu masuk di Kapanewon Patuk serta tugu penanda keistimewaan di Taman Budaya Gunungkidul.
“Pelaksanakan penandatanganan Penanda Keistimewaan, serah terima Bus Sekolah, dan Pembangunan Ruang Terbuka Hijau Pintu Gerbang di Kawasan Satan Ruang Strategis Karst Gunungsewu kiranya mampu menjadi daya dukung dan daya dorong bagi sektor pariwisata dan pendidikan di kawasan Gunungsewu,” kata wakil gubernur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Inflasi Gunungkidul pada Agustus 2026 mencapai 0,28%, tertinggi di DIY. Harga daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar.
BNPB menyiapkan OMC untuk mendatangkan hujan dan meluruhkan abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu masyarakat serta penerbangan.
Akses Tol Jogja-Solo di sekitar Pasar Kalasan akan dilengkapi dua U-turn. Dishub DIY menegaskan fasilitas itu bukan bundaran.
Presiden Prabowo memimpin ratas membahas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, gempa NTT, dan karhutla pada Senin (7/9/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 108 penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali dan sekitar 13.000 penumpang.
Anggaran infrastruktur 2027 ketat. Pemerintah menargetkan pembangunan 13,5 km tol melalui dukungan APBN di tiga ruas yang sedang dikonstruksi.