35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Warga kerja bakti untuk mengevakuasi ambruknya kandang ternak yang tertimbun longsor di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul pada Rabu (15/2/2023)/Ist-Kapanewon Patuk
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Hujan deras yang menguyur wilayah Patuk, Gunungkidul mengakibatkan longsor di Dusun Karangsari, Nglanggeran, Patuk, Rabu (15/2/2023) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tapi seekor sapi dilaporkan mati karena tertimbun material longsoran.
Panewu Patuk, Martono Imam Santoso mengatakan, tebing setinggi sekitar sepuluh meter di Dusun Karangsari longsor akibat hujan deras. Longsoran mengenai satu kandang yang didalamnya terdapat lima ekor sapi.
“Belum sampai ke rumah warga. Karena longsoran baru mengenai kandang, tapi kalau terjadi longsor susulan bisa mengancam rumah,” kata Martono kepada wartawan, Rabu siang.
Dia menjelaskan, seekor sapi dilaporkan mati karena tertimbun longsoran. Adapun empat ekor lainnya berhasil diselamatkan warga. Akibat peristiwa ini, pemilik sapi, Mugiyo menderita kerugian sekitar Rp30 juta.
“Sudah dilakukan asesmen dan evakuasi oleh warga dibantu relawan hingga anggota TNI Polri,” katanya.
Dia berharap kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati akan adanya potensi longor susulan. “Kawasan Patuk masuk zona rawan longsor. Jadi, kami meminta kepada warga untuk berhati-hati dan waspada saat terjadi hujan deras dengan intensitas lama,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Sumadi mengatakan, cuaca ekstrem masih menjadi ancaman. Ia mengakui pada Rabu ada delapan laporan kejadian.
“Ini masih sementara karena proses pendataan masih terus berlangsung,” kata Sumadi.
Dia menjelaskan, delapan perisitiwa ini terdiri dari longsor di empat lokasi yang terjadi di Patuk dan Gedangsari. Tanah bergerak di Kapanewon Wonosari; pohon tumbang di Watu Pogok dan tiang listrik ambruk di Kalurahan Pengkok, Patuk.
“Sudah mulai terkondisikan. Tapi kami minta kepada masyarakat tetap waspada,” katanya.
BACA JUGA: Angin Kencang hingga Longsor Terjang Rumah-Rumah di Bantul
Menurut dia, kewaspadaan tidak hanya terhadap ancaman pohon tumbang maupun longsor. Pasalnya, berdasarkan hasil pengamatan lapangan debit air di aliran Kali Oya terjadi peningkatan.
Warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai diminta waspada terhadap terjadinya potensi banjir. “Kami terus pantau. Mudah-mudahan kondisinya tetap aman terkendali sehingga tidak terjadi hal-hal yang merugikan di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.
Menhut Raja Juli Antoni mendorong sektor kehutanan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui konsep green growth tanpa mengabaikan kelestarian hutan.
BKAD Sleman mengajukan pemblokiran rekening yang dipakai dalam penipuan berkedok tagihan pajak daerah. Warga diminta hanya membayar lewat kanal resmi.
Kelurahan Wirobrajan menggencarkan Gerakan Bapak Asuh Trotoar melalui sosialisasi door to door untuk menjaga trotoar tetap bersih, rapi, dan nyaman.
Ribuan lansia masuk daftar tunggu sekolah lansia di Kota Jogja. Tingginya minat membuat Pemkot berupaya menambah sekolah baru.