Produksi Ikan Turun Drastis, Nelayan Gunungkidul Pilih Tangkap Benur
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Kondisi sungai bawah tanah Baron yang mengalami banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Gunungkidul. Kamis (16/2/2023)./istimewa Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Gunungkidul akhir-akhir ini mengakibatkan banjir di Sungai Bawah Tanah Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Air di kawasan pantai pun berubah menjadi kecoklatan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan fenomena air di Pantai Baron menjadi coklat dan keruh bukan yang pertama kali. Pasalnya, setiap terjadi hujan deras di wilayah Gunungkidul seringkali menyebabkan banjir di sungai bawah tahan yang bermuara di pantai ini.
“Akhir-akhir ini terjadi cuaca ekstrem sehingga membuat sungai bawah tanah Baron banjir. Alirannya mengarah ke laut sehingga air yang di waktu normal jernih menjadi coklat,” kata Marjono, Kamis (16/2/2023).
Menurut dia, fenomena banjir di sungai bawah tanah ini seperti air terjun. Hal itu terlihat dari semburan air yang muncul dari celah-celah bebatuan di sisi barat Pantai Baron.
Baca juga: Biaya Haji 2023 Diumumkan Pemerintah Hari Ini, di Bawah Rp50 Juta?
“Untuk kedalaman aliran sungai sekitar tiga sampai empat meter,” katanya.
Meski terjadi banjir, Marjono memastikan tidak ada kerusakan terkait dengan fasilitas di pantai maupun kapal-kapal milik para nelayan. Ia pun meminta kepada pengunjung yang bermain di Pantai Baron untuk berhati-hati agar terhindar dari musibah kecelakaan laut.
Ditambahkan dia, fenomena banjir yang berdampak terhadap air pantai menjadi coklat tidak akan berlangsung lama. Marjono memprediksi apabila cuaca cerah dan tidak terjadi hujan deras, maka air di Baron akan kembali jernih dalam kurun waktu dua sampai tiga hari.
“Ini hanya sementara. Nanti kalau sudah tidak banjir, airnya kembali jernih,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hasil tangkapan ikan di Gunungkidul turun drastis hingga 47% pada 2025. Cuaca ekstrem dan peralihan nelayan ke benur jadi penyebab utama.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.