11 Bayi Dievakuasi dari Rumah di Pakem, Diduga Titipan Mahasiswi
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, BANTUL—Hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari belakangan menyebabkan beberapa kejadian bencana seperti gerakan tanah yang berdampak pada rusaknya rumah-rumah di Kabupaten Bantul. Seperti pada Rabu (15/2/2023) hujan deras beserta angin membuat tanah di Dusun Karangasem, Kalurahan Muntuk, Kapanewon Dlingo longsor.
Komandan TRC BPBD Bantul, Sulistiyanta mengatakan tanah longsor tersebut sangat berbahaya karena di atasnya terdapat batu besar seukuran orang dewasa.
“Di bangunan rumah di bawahnya itu ada penghuni bangunan sebanyak empat jiwa atau satu KK [Kepala Keluarga],” kata Sulistiyanta dihubungi pada Rabu (15/2/2023).
Sulistiyanta mengatakan bahwa batu tersebut memiliki ukuran panjang 3 meter, lebar 2 meter, tinggi 1,5 meter. Ancaman yang akan terjadi apabila batu tersebut tidak segera ditangani adalah akan menimpa rumah milik Ngatimin.
“Tanah tersebut masih gembur dan jika hujan berkepanjangan, maka longsor akan melebar dan batu besar akan jatuh mengenai rumah,” katanya.
Sementara para penghuni rumah sudah mengungsi di tempat saudaranya yang berada tidak jauh dari rumah.
Pada Sabtu (18/2/2023), baik BPBD DIY, Kabupaten Bantul maupun FPRB Muntuk dan perangkat desa telah mengadakan pertemuan. Terdapat beberapa kesimpulan yang dihasilkan dari pertemuan tersebut seperti BPBD DIY akan melakukan penanganan dengan alat pemecah batu.
BACA JUGA: Sudah 3 Bulan, Warga Korban Longsor di Gunungkidul Masih Tinggal di Bekas Bangunan SD
Lalu, BPBD Bantul dan DIY memberikan sosialisasi kepada pihak kalurahan untuk kemungkinan tersebut apabila terjadi runtuhan batu. Karena itu perlu upaya untuk meminimalkan kerugian harta-benda yang ada di dalam rumah.
Pada Minggu (19/2/2023), TRC BPBD Bantul dan DIY lantas melakukan pemecahan batu tersebut. Hingga artikel ini diterbitkan, proses pemecahan masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Evakuasi 11 bayi di Pakem Sleman diduga titipan mahasiswi ke bidan tanpa izin daycare resmi.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.