Air Terbatas, Petani Bantul Pilih Palawija yang Lebih Hemat
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
Ilustrasi bayi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya 1.220 anak bawah usia lima tahun (balita) mengalami tengkes atau stunting di Kota Jogja. Jumlah itu tercatat menurun signifikan sejak lima tahun terakhir. Pada 2018, jumlah anak balita stunting pada 2018 berada di angka 1.847.
Kemantren Umbulharjo masih menjadi penyumbang angka anak balita stunting tertinggi dengan 222, kemudian diikuti Kemantren Tegalrejo dengan 118 anak. Kota Jogja pun menargetkan pada 2024 mendatang mampu terbebas dari tengkes yang pada 2022 lalu angka pravelensinya sebesar 10,7 persen.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kota Jogja Tri Retnani mengatakan tahun ini jawatannya menetapkan 25 kelurahan sebagai lokus penanganan stunting. Jumlah ini bertambah lima kelurahan dibandingkan dengan 2022 lalu.
"Lima kelurahan yang baru itu adalah Wirogunan, Suryodiningratan, Muja-muju, Mantrijeron, dan Bumiijo," katanya, Selasa (21/2/2023).
Pada tahun ini, strategi intervensi yang dilakukan untuk mengentaskan tengkes yakni dengan pemberian makanan tambahan (PMT), posyandu, dan dapur balita. Bappeda Kota Jogja akan menyalurkan bantuan kepada anak di bahwa usia dua tahun selama 90 hari dengan intensitas bantuan sebanyak dua kali dalam sehari.
BACA JUGA: Wuih! Produksi Sampah di Gunungkidul Kini Sudah Tembus 50 Ton Per Hari
"Lewat posyandu akan ada gerakan penyuluhan kepada ibu hamil dan balita. Kemudian kami akan menekankan pada upaya pemantauan dan juga penambahan gizi," ujar dia.
Koordinator Progam Manager Satgas Percepatan Penurunan Stunting DIY Astria Heny Widayati menyebut pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, dan ibu setelah proses persalinan juga akan diupayakan untuk menekan angka pravelensi stunting.
"Ke depan strategi intervensinya 70 persen di organisasi perangkat daerah mitra dan 30 persennya pada dinas kesehatan dengan pola identifikasi, intervensi, kolaborasi, dan fokus. Jadi sejak masa remaja sebisa mungkin pemantauan sudah dilakukan sampai pada anak usia di bawah dua tahun," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petani di Bantul mulai beralih menanam kacang tanah dan palawija saat musim kemarau. Tanaman ini dinilai lebih hemat air dan memiliki masa panen yang relatif si
Tim Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Berkolaborasi Bersama Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Harga laptop, smartphone, dan PS5 naik akibat lonjakan permintaan chip memori untuk AI. Krisis pasokan disebut bisa berlangsung hingga 2028.
Bingung mencari tujuan hidup? Para ahli menyarankan untuk berhenti overthinking dan mulai bertindak. Simak tiga cara praktis menemukan arah hidup yang lebih ber
Sekitar 2.000 orang pegiat koperasi mengikuti kegiatan Runwalk UMKM dalam rangka memperingati Hari Koperasi ke 79 Tingkat Provinsi Jawa Tengah di Surakarta
Barcelona (10), Atletico (9), Arsenal (8) jadi klub penyumbang pemain terbanyak di semifinal Piala Dunia 2026. Spanyol kental nuansa Blaugrana.