Mako Brimob Gunungkidul Mulai Dibangun, Ditarget Rampung Desember
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Ilustrasi pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan jumlah sampah di TPAS Wukirsari terus bertambah.
Hal ini berdampak terhadap jumlah daya tampung yang terus berkurang setiap waktunya. “Tumpukan sampah sudah mencapai lebih dari tujuh meter,” katanya.
Heri menjelaskan, selama 2022 ada penambahan sampah sebanyak 17.623 ton. Dari jumlah ini ada penambahan sampah sekitar 50 ton setiap harinya.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Harap Kelurahan Terus Sosialisasi Pengelolaan Sampah Mandiri
Adapun jumlah terbanyak masih berasal dari masyarakat dan sekitarnya sebanyak 16.706 ton dan sisanya sebanyak 917,12 ton berasal dari kawasan pantai. “Untuk Januari 2023 yang tercatat masuk ke TPAS sebanyak 1.614,89 ton,” ungkapnya.
Heri menuturkan, kondisi TPAS sudah sangat padat sehingga membutuhkan upaya perluasan. Menurut dia, untuk lahan tidak ada masalah karena masih ada luasan sekitar 4,1 hektare yang belum dimanfaatkan.
“Total di TPAS luasannya 9,1 hektare. Adapun yang dimanfaatkan baru lima hektare. Jadi, untuk perluasan masih sangat mungkin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mako Brimob Polda DIY di pesisir Gunungkidul mulai dibangun. Sebanyak 18 rumah dinas ditargetkan rampung sebelum akhir Desember 2026.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.