Advertisement

Partisipasi Masyarakat, Kunci Sleman Raih Sertifikat Adipura 2023

Media Digital
Senin, 06 Maret 2023 - 08:47 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Partisipasi Masyarakat, Kunci Sleman Raih Sertifikat Adipura 2023 Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak

Advertisement

SLEMAN—Kabupaten Sleman berhasil meraih sertifikat Adipura tahun 2022 untuk kategori Kota Sedang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehidupan (KLHK) RI, Selasa (28/2/2023).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pada pertengahan triwulan pertama tahun ini, Kabupaten Sleman berhasil meneguhkan komitmennya dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. "Penghargaan ini saya terima langsung dari Menteri LHK, Siti Nurbaya pada acara Penganugerahan Penghargaan Adipura 2022," katanya, Rabu (1/3/2023).

Advertisement

Menurut Danang, prestasi membanggakan yang diterima Kabupaten Sleman tersebut merupakan hasil dari upaya dan komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh komponen masyarakat. Terlepas dari eforia diraihnya penghargaan ini, katanya, terdapat banyak hal yang perlu dimaknai dalam menilai kelayakan Adipura.

"Sertifikat Adipura ini tentunya juga menjadi motivasi bagi kita untuk mengoptimalkan tata kelola lingkungan baik melalui penyempurnaan kondisi lingkungan maupun indikator non fisik berupa komitmen dan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan," ujar Danang.

Dia menjelaskan, penghargaan Adipura kali ini diraih Pemkab Sleman terkait dengan keberhasilan peningkatan kinerja pengelolaan sampah yang dinilai signifikan. Penilaian ini didasarkan atas pemantauan terhadap pengurangan sampah, penanganan sampah, kinerja pembuangan akhir dan kinerja Ruang Terbuka Hijau.

Lebih dari itu, lanjut Danang, ada poin istimewa yang berhasil membawa Sleman meraih sertifikat Adipura yaitu pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah berjalan secara mandiri dan pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kabupaten Sleman.

"Tentunya kita menyadari bahwa sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia. Timbulan, jumlah dan volume sampah berbanding lurus dengan tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk yang digunakan sehari-hari. Demikian juga jenis sampah sangat tergantung dari jenis material yang dikonsumsi. Oleh karena itu pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari gaya hidup masyarakat," katanya.

Dikarenakan begitu kompleksnya masalah pengelolaan sampah, lanjut Danang, maka perlu kesadaran kolektif semua pihak untuk mengurai permasalahan sampah. Menurutnya, manajemen persampahan yang baik harus dijalankan tidak sebatas membuang sampah pada tempatnya kemudian menumpuknya di tempat pembuangan akhir.

"Yang lebih penting lagi adalah bagaimana menjalankan orientasi pengelolaan sampah yang mampu mendorong masyarakat untuk mempraktekkan konsep 3R [reduce, reuse, recycle]. Ini membutuhkan kerja bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga keterlibatan semua pihak," katanya.

Melalui pengelolaan sampah yang tepat, lanjut Danang, langkah tersebut tidak hanya melahirkan lingkungan yang bersih namun juga dapat memberikan manfaat ekonomi. "Partisipasi masyarakat merupakan komponen penilaian yang tidak dapat dipisahkan dari proses verifikasi Adipura," ujarnya.

Pemkab terus berupaya bagaimana untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengimplementasikan pengelolaan sampah. Hal itu menjadi program utama karena masyarakat merupakan pelaku utama sekaligus sebagai penerima manfaat langsung dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih.

"Kembali saya ingatkan tentang himbauan pengelolaan sampah rumah tangga yang telah dituangkan dalam Perda No.4 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga serta Surat Edaran Bupati No. 30 Tahun 2022 tentang Gerakan Pilah Sampah dari Rumah," katanya.

Keberadaan regulasi tersebut, kata Danang, diharapkan dapat dipraktekkan langsung mulai dari level keluarga, lingkungan masyarakat dan dunia usaha.

Saat ini Pemkab Sleman juga tengah berupaya membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu yang ditargetkan selesai tahun ini.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab juga mengoptimalkan pengolahan sampah di 13 transfer depo dan 23 TPS 3R dengan memilah sampah organik dan anorganik. Tentunya lingkungan bersih dan sehat adalah tanggung jawab kita bersama.

"Saya harap prestasi ini dapat terus kita tingkatkan di tahun-tahun mendatang. Dengan partisipasi aktif masyarakat dan semua pihak, tentunya bukanlah mimpi untuk dapat meraih anugrah Adipura bahkan Adipura Kencana di masa mendatang," katanya.

"Kami berharap program pengelolaan sampah dapat melibatkan lebih banyak masyarakat untuk proaktif mengelola lingkungan sekitar kita demi Sleman yang sehat, bersih, indah dan asri demi generasi masa depan Sleman yang lebih baik. Salam Lestari!," ajak Danang.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Elon Musk: PLTS Jadi Solusi Atasi Krisis Air Global

News
| Senin, 20 Mei 2024, 12:47 WIB

Advertisement

alt

Lokasi Kolam Air Panas di Jogja, Cocok untuk Meredakan Lelah

Wisata
| Senin, 20 Mei 2024, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement