PMI Gunungkidul Siapkan Donor Darah Mobile Jaga Ketersediaan Stok
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengimbau kepada petani untuk tidak memaksakan diri menanam padi di musim tanam kedua.
Pasalnya, di masa tanam ini, beberapa daerah di Gunungkidul sudah masuk musim kemarau sehingga dapat berpengaruh terhadap tanaman padi karena pasokan air jauh berkurang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan di masa tanam kedua tidak mematok target yang muluk-muluk untuk komoditas padi.
Pasalnya, kebanyakan lahan di Gunungkidul merupakan tadah hujan sehingga saat kemarau tidak cocok dipegunakan menanam padi. “Luasan tanam padi di musim kedua ini akan jauh berkurang dibandingkan saat awal musim hujan,” katanya, Selasa (14/3/2023).
BACA JUGA: Musim Tanam Kedua, Petani Jangan Fokus Tanam Padi
Menurut dia, di masa tanam kedua hanya menargetkan luas tanam padi 7.505 hektare. Adapun rinciannya, sebanyak 5.812 hektare ditanam di bulan ini. Sedangkan sisanya 1.693 hektare mulai ditanam pada April mendatang.
“Lahan ini merupakan sawah dengan aliran irigasi. Jadi, tidak masalah kalau musim kemarau karena kebutuhan air untuk tanaman padi masih bisa terpenuhi,” katanya.
Rismiyadi menambahkan, untuk lahan tadah hujan atau nonirigasi disarankan menanam komoditas jenis lain yang tidak membutuhan banyak air. Komoditas yang ditanam bisa kacang-kacangan atau palawija. “Kalau memaksakan padi sangat berisiko. Mending beralih ke palawija yang bisa tahan meski pasokan air berkurang,” katanya.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengatakan untuk stok pupuk bersubsidi tidak ada masalah. Pasalnya, sudah ada pengecekan oleh bupati ke gudang penyimpanan. “Stok masih banyak dan tidak perlu dikhawatirkan,” katanya.
Menurut dia, untuk jenis urea mendapatkan alokasi sebanyak 23.534 ton, sedangkan jenis NPK atau phonska memeroleh jatah 12.102 ton. Hingga akhir Februari, penyerapan pupuk urea bersubsidi mencapai 1.355 ton dan NPK sebanyak 1.163 ton.
“Stok masih banyak karena penyerapan baru di kisaran 6-10%. Jadi, tidak ada masalah untuk kebutuhan pupuk bersubsidi bagi para petani di Gunungkidul,” katanya.
Raharjo menambahkan, kuota pupuk bersubsidi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat di tahun ini lebih banyak dibandingkan jatah di 2022. “Memang ada penambahan dan sekarang juga sudah mulai didistribusikan untuk masa tanam kedua. Untuk sasarannya di Kapanewon Gedangsari, Patuk dan Playen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul memastikan stok darah aman dan menyiapkan donor darah mobile hingga akhir Agustus untuk menjaga ketersediaan darah.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d
Korban tewas akibat gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak 260.000 warga mengungsi dan proses pencarian korban masih berl
Samsung One UI 9 menerapkan aturan baru. Salah memasukkan PIN, pola, atau password hingga 13 kali dapat membuat HP Galaxy terkunci dan harus factory reset.
Formula 1 resmi kembali ke Sepang. Malaysia akan menjadi tuan rumah GP Bahrain 2026 pada 2–4 Oktober setelah balapan dipindahkan dari Timur Tengah.