Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pria ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di dalam rumahnya yang terkunci, Sabtu (18/3/2023) sore. Dari hasil pemeriksaan fisik, diperkirakan pria tersebut telah meninggal sejak tiga hari sebelumnya.
Kapolsek Depok Timur, Kompol M. Endar Isnianto, menjelaskan, korban adalah AB, 27. Penemuan mayat tersebut terjadi pada pukul 16.07 WIB, di rumah korban di Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok. “Korban mengalami luka di kepala belakang,” ujarnya, Minggu (19/3/2023).
Penemuan korban ini terjadi ketika salah seorang saksi yang merupakan tante korban hendak menengok korban di rumahnya. Namun, saat di depan rumah korban, saksi tersebut melihat adanya lalat dan mencium bau busuk dari dalam rumah.
BACA JUGA: Dalam 4 Hari Terakhir, Ada Empat Mayat Ditemukan di Bantul
Kemudian tante korban ini meminta bantuan orang lain untuk memeriksa rumah korban. sekira pukul 16.07 WIB, dua orang saksi mendatangi rumah korban dan mendobrak pintunya karena dalam kondisi terkunci. “Setelah pintu terbuka, kemudian saksi 1 dan 2 masuk ke dalam kamar dan melihat kondisi korban telentang di lantai,” ungkapnya.
Saat ditemukan, korban sudah tak bernyawa dalam kondisi sudah berbau dan banyak darah tercecer di lantai. “Selanjutnya saksi 2 memberitahu tetangga dan keluarga yang kemudian dilaporkan ke Polsek Depok Timur,” kata dia.
Dari hasil olah TKP, polisi mencatat korban tergeletak di lantai kamar posisi terlentang dengan memakai celana pendek warna biru, baju kaos warna hitam dan diperut terdapat sarung. Korban dalam keadaan sudah membusuk.
Menurut keterangan Petugas dari Perawat dari Puskesmas Depok 2, korban mengalami luka di kepala belakang, terdapat belatung dibagian punggung dan leher korban, keluar cairan di telinga sebelah kiri dan kondisi basah di area kelamin.
Dari kondisi korban, diperkirakan korban sudah meninggal sekitar tiga hari. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengidap penyakit HIV dan infeksi paru-paru. Hal ini diduga sebagai penyebab kematiannya. Sementara luka di kepala dan darah yang berceceran diduga karena korban terjatuh. “Darah dimungkinkan karena benturan jatuh,” ungkapnya.
Kematian korban baru diketahui setelah tiga hari lantaran korban tinggal di rumah sendirian. Orang tua korban kata dia, sudah meninggal dengan penyakit yang sama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Suami dan anak Bupati Non-aktif Fadia Arafiq diperiksa sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi terkait operasional PT RNB.
Bareskrim Polri menangkap 71 orang dari aktivitas judi casino di Sukoharjo. Sebanyak 30 orang ditetapkan sebagai tersangka.
Monyet ekor panjang berkeliaran di permukiman Grojokan, Bantul selama 2 pekan. Warga resah dan BKSDA akan memasang perangkap.
Sultan menyoroti warga miskin yang desilnya naik hingga kehilangan bantuan. Pemda DIY dan BPS membahas persoalan tersebut.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.