Gedung Perpusda Baru Sleman Ditunda, RSUD Jadi Prioritas 2027
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Ilustrasi. /Reuters.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pihak Kepolisian memastikan telah melakukan tindaklanjut terkait puluhan calon jemaah umrah yang terkatung-katung di Yogyakarya International Airport (YIA) Kulonprogo.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengatakan Polres Kulonprogo telah mengamankan para calon jemaah umrah termasuk pihak Mabari Travel & Tour setelah mendapat laporan kejadian tersebut.
“Awalnya dari pihak Mabari Tour & Travel menyalurkan 38 calon jemaah umrah ke Mekah melalui saudara KW warga Banguntapan, Bantul. Oleh KW ini calon jemaah tersebut disalurkan melalui salah satu PT biro perjalanan umrah yang beralamat di Giwangan, Jogja,” kata Noviartuti dihubungi pada Sabtu (18/3/2023).
BACA JUGA : Jemaah Umrah Terkatung-katung di YIA, Begini Penjelasan Pihak Biro Perjalanan
Noviartuti menambahkan biaya per orang untuk keberangkatan umrah yang harus dibayar ke PT tersebut sejumlah Rp22 juta rupiah. Hanya saja perwakilan PT tersebut menyampaikan biaya awal total yang harus dibayar untuk umrah sebesar Rp836 juta berubah menjadi total Rp912 juta dengan per orangnya membayar sebesar Rp24 juta.
“Berdasarkan invoice uang yang sudah masuk setelah dibayarkan oleh saudara KW sejumlah Rp659 juta, sehingga ada kekurangan Rp253 juta. Dari pihak PT sudah menyampaikan agar segera dilunasi, namun gagal bayar. Hal itu menyebabkan tiket domestik dari Indonesia melalui Kuala Lumpur Malaysia belum dibayarkan dan mengakibatkan calon jamaah umroh gagal berangkat,” katanya.
Ia mengatakan pihak PT tersebut akan melakukan penjadwalan ulang, namun ada biaya penambahan yang harus dibayar dan akan dilakukan mediasi dari berbagai pihak.
Sebelumnya rombongan calon umrah dari Rembang dan Magelang dipingpong dan terkatung-katung di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo. Mereka gagal berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, sesuai jadwal dan telantar berjam-jam di depan Terminal Keberangkatan YIA.
BACA JUGA : Sudah Lunas Bayar Rp30 Juta, Puluhan Jemaah Umrah Malah Telantar di YIA
Airport Operation, Services, and Security Senior Manager YIA, Misranedi, mengakui penelantaran tersebut pada Jumat (17/3/2023). "Iya benar tadi memang ada kejadian itu [rombongan umrah telantar]. Totalnya ada 38 orang. Sebanyak 36 orang dari Rembang dan dua orang dari Magelang," kata Misranedi melalui keterangan tertulis.
Misranedi menambahkan rombongan tersebut awalnya akan berangkat umrah ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda, Surabaya. Namun, mereka ditolak oleh maskapai karena biro perjalanan belum membeli tiket pesawat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
Cicilan pertama Kopdes Merah Putih ke Himbara jatuh tempo pada September 2026. Pemerintah menargetkan seluruh persyaratan rampung pada Agustus.
Presiden AS Donald Trump menggelontorkan dana US$5 miliar atau sekitar Rp81 triliun untuk memperluas Genesis Mission, program AI nasional yang mempercepat penem
Presiden Prabowo meminta perguruan tinggi menyiapkan SDM dan riset untuk mendukung pengembangan B50, B60, dan etanol guna memperkuat ketahanan energi.
Pemkab Bantul menargetkan 27.500 dosis vaksin PMK tuntas pada 2026 untuk menekan penyebaran penyakit pada ternak di seluruh kapanewon.
SMPN 1 Turi menyediakan loker HP di setiap kelas. Kebijakan ini membuat siswa lebih fokus belajar dan aktif bersosialisasi saat istirahat.