Advertisement

Jemaah Umrah Terkatung-katung di YIA, Begini Penjelasan Pihak Biro Perjalanan

Andreas Yuda Pramono
Sabtu, 18 Maret 2023 - 20:47 WIB
Sunartono
Jemaah Umrah Terkatung-katung di YIA, Begini Penjelasan Pihak Biro Perjalanan Ilustrasi. - Reuters.

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Agen perjalanan umrah Mabari Travel & Tour (MTT) yang menjadi penyalur keberangkatan calon Jemaah umrah terkatung-katung di YIA angkat bicara. Pihak biro mengaku menjadi korban penipuan seorang perantara berinisial KW yang akan menyalurkan pemberangkatan umrah pada biro perjalanan yang lebih besar.

Manajemen Mabari Travel & Tour (MTT) Nur Fariha mengatakan uang calon jemaah telah disalurkan semuanya lewat seseorang perantara berinisial KW kepada salah satu PT di Jogja selaku biro perjalanan yang lebih besar yang akan memberangkatkan jemaah. Akan tapi oleh KW, uang tersebut tidak dibayarkan semuanya sehingga biro tersebut tidak bisa memberangkatkan Jemaah umrah.

Advertisement

BACA JUGA : Viral Rombongan Umrah Dipingpong dan Terkatung-katung di Bandara YIA, Gagal ke Arab Sesuai Jadwal

“Pihak terkait telah dipanggil pihak kepolisian. Uang tersebut sudah kami serahkan. Setelah diusut ternyata tidak membayarkan sepenuhnya uang itu kepada PT tersebut. Dia janji akan mengembalikan, tapi kemauan calon jemaah hanya ingin berangkat dan tidak ingin uang mereka dikembalikan,” kata Fariha dihubungi pada Sabtu (18/3/2023).

Fariha menegaskan Mabari Travel & Tour merupakan biro perjalanan umrah kecil, namun telah dipercaya masyarakat. Karena skala perusahaan tersebut masih tergolong kecil, maka dari itu lah MTT membutuhkan perantara dari perusahaan yang lebih besar.

“Alur pembayaran uang calon jemaah tersebut itu pertama diberikan kepada Mabari Travel, lalu dari Mabari Travel melunasi semua kebutuhan ibadah umrah mulai dari tiket dan sebagainya ke salah satu orang perantara berinisial KW tersebut,” katanya.

Fariha menambahkan calon jemaah tidak dapat berangkat dari Surabaya ke Malaysia, karena tidak adanya tiket. Jemaah tersebut kemudian dialihkan menuju ke Jogja untuk berdiskusi dan beristirahat di hotel mengingat kantor utama biro tersebut berada di Jogja.

“Pertanyaannya itu ‘kenapa tiket dari Surabaya-Malaysia tidak ada, sedangkan dari Malaysia-Jeddah sudah ada?’ Setelah ditelusuri ternyata oknum ini belum melunasi uang, jadi hanya memesankan tiket seadanya. Di sini pihak kami [MTT] juga kaget dan merasa dirugikan oleh si oknum, karena pihak Mabari sudah membayar lunas semua kebutuhan ibadah,” ucapnya.

BACA JUGA : Viral Calon Jemaah Umrah Terkatung-katung di Bandara Kulonprogo, Ini Videonya...

“Kami pastikan, kami sedang berada bersama calon jemaah dan tidak lari kabur membawa uang. Selain itu kami kemarin membantu mengatur susunan kursi bus jamaah umrah,” lanjutnya.

Pimpinan Mabari Tour Travel Ali Ahmadi membenarkan bahwa kejadian tersebut berawal dan murni karena kesalahan salah seorang perantara berisinial KW. Menurutnya, perusahaan travel asal Jogja yang menaungi MTT sedang berupaya memberangkatkan semua calon jemaah sesegera mungkin.

“Perusahaan travel tersebut mengatakan kepada saya kalau tidak ada uang yang akan direfund, sebab semua hotel di Makkah, Madinah, catering, mutawif, bus penjemputan dan pengantaran oleh Muassasah telah dibayar dengan uang calon jemaah. ID-Card dan Visa semuanya sudah ada dan telah dicek pihak berwajib,” kata Ali melalui keterangan tertulis.

Sebelumnya rombongan calon umrah dari Rembang dan Magelang dipingpong dan terkatung-katung di Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), Kulonprogo. Mereka gagal berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, sesuai jadwal dan telantar berjam-jam di depan Terminal Keberangkatan YIA.

Airport Operation, Services, and Security Senior Manager YIA, Misranedi, mengakui penelantaran tersebut pada Jumat (17/3/2023). "Iya benar tadi memang ada kejadian itu [rombongan umrah telantar]. Totalnya ada 38 orang. Sebanyak 36 orang dari Rembang dan dua orang dari Magelang," kata Misranedi melalui keterangan tertulis.

Misranedi menambahkan rombongan tersebut awalnya akan berangkat umrah ke Tanah Suci melalui Bandara Juanda, Surabaya. Namun, mereka ditolak oleh maskapai karena biro perjalanan belum membeli tiket pesawat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Menteri Keamanan AS Sebut Terorisme Kembali Muncul dan Jadi Ancaman

News
| Minggu, 19 Mei 2024, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Hotel Mewah di Istanbul Turki Ternyata Bekas Penjara yang Dibangun Seabad Lalu

Wisata
| Sabtu, 18 Mei 2024, 20:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement