Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kasi Humas Polresta Jogja AKP Timbul Sasana Raharja (di tengah berseragam) saat menyiapkan barang bukti ungkap kasus klitih yang viral Bumijo, Jogja pada Minggu (26/3/2023). /Harian Jogja-Triyo Handoko.
Harianjogja.com, JOGJA—Barang bukti kasus klitih di Bumijo Jogja yang viral menunjukan rombongan pelaku tak ada yang membawa senjata tajam (sajam). Barang bukti tersebut meliputi 13 sepeda motor dan 18 handphone dari 15 pelaku.
Polresta Jogja yang menangkap para pelaku juga menyita beberapa sarung, jaket, hingga ikat pinggang dari para pelaku. “Tak ditemukan sajam dari para pelaku, bukti batu yang digunakan rombongan pelaku untuk melempar korban dan pot bunga yang hancur karena lemparan batu juga kami sita sebagai barang bukti,” kata Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan yang mengungkap kasus tersebut, Minggu (26/3/2023).
BACA JUGA : Polisi Tangkap 15 Pelaku Klitih Jogja yang Viral, 9 Masih Anak-Anak
Suwondo menjelaskan hubungan rombongan pelaku dan korban tidak saling mengenal satu sama lain. “Rombongan korban yang berjumlah 10 orang ini tidak mengenal rombongan pelaku, keduanya saling mengumpat di jalan sehingga saling kejar-kejaran dan berakhir dengan penganiayaan,” jelasnya.
Rombongan pelaku dan korban, jelas Suwondo, juga bukan geng sekolah. “Bukan geng sekolah juga, rombongan korban sebelumnya berencana perang sarung dengan kelompok lain yang bukan rombongan pelaku” katanya.
Kedua rombongan ini saling bertemu di Jl. Hos Cokroaminoto. Karena saling mengumpat kedua rombongan saling kejar-kejaran, hingga akhirnya rombongan pelaku melempar batu ke arah rombongan korban. “Sehingga korban N terjatuh lalu dikeroyok oleh rombongan pelaku,” ujarnya.
Saat ditangkap rombongan pelaku yang berjumlah 15 orang juga tidak berusaha kabur meninggalkan Jogja. “Semuanya ditangkap di Jogja dan sekitarnya serta tidak ada rencana kabur,” terangnya.
BACA JUGA : Klitih Merajalela Lagi Saat Ramadan, Polisi Diminta Tingkatkan Patroli
Salah satu pelaku klitih mengklaim rombongan korban menyerang terlebih dahulu rombongannya. Salah satu pelaku klitih yang viral di Bumijo, Kemantren Jetis mengklaim rombongan korban menyerang terlebih dahulu rombongannya. Kapolda DIY Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan meminta penyelidikan dilakukan secara adil dan transparan hingga tuntas.
Saat dihadirkan dalam jumpa pers Polresta Jogja, salah satu pelaku klitih yang menyebut rombongannya diserang terlebih dulu. “Kami lagi nongkrong tiba-tiba rombongan sana memukul salah satu dari kami dengan tongkat besi, itu kejadian sesungguhnya,” kata pelaku yang tak diketahui inisialnya, Minggu (26/3/2023).
Pelaku klitih tersebut menolak penjelasan kepolisian yang kurang lengkap. “Bukan hanya karena saling mengumpat tapi kami diserang dulu,” tegasnya sambil menghadap tembok tanpa berani memperlihatkan wajahnya.
Sebagaimana diketahui nama Jogja kembali menjadi trending topic di media sosial twitter pada Minggu (26/3/2023). Musababnya, beredar video klitih yang menganiaya korban beramai-ramai. Korban tampak sudah tak berdaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.