ARTJOG, Sponsor, dan Seni Perlawanan yang Tetap Bergema
Perdebatan mengenai sponsor ARTJOG ramai bergulir di media sosial menjelang pembukaan pameran pada 19 Juni 2026 lalu. Warganet menyebut lebaran seni ini mulai k
Ilustrasi pengelolaan sampah melalui bank sampah/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan mengintegrasikan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP) dengan pengelolaan sampah organik. Integrasi akan dilakukan pada RTHP yang memiliki lahan cukup luas.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Sugeng Darmanto menyampaikan untuk tahap awal integrasi ini akan dilakukan untuk RTHP yang dibangun Pemkot Jogja tahun ini. "Akan dibangun empat RTHP tahun ini. Itu basisnya juga digunakan untuk mengelola sampah," ucapnya, Senin (27/3/2023).
BACA JUGA : Pemkot Jogja Tambah Tiga Ruang Terbuka Hijau
Dia menjelaskan dari empat RTHP yang akan dibangun oleh Pemkot Jogja tahun ini, dua di antaranya siap diintegrasikan dengan pengelolaan sampah organik. Pertimbangannya adalah kecukupan lahan. Dua RTHP tersebut yakni RTHP di Warungboto dan RTHP di Wirobrajan.
"Ruang terbuka hijau publik yang lahannya luas akan difungsikan untuk pengolahan sampah. Misalnya memperkuat RTHP di Warungboto dan rencana di bekas makam Jopraban di Wirobrajan itu juga termasuk luas. Kami siapkan sementara dua dulu," jelasnya.
Nantinya RTHP tersebut akan dilengkapi dengan tambahan fasilitas pendukung pengolahan sampah. Integrasi ini dilakukan karena terbatasnya lahan di Kota Jogja. "Ya mau tidak mau. Harus seperti itu karena tidak punya tanah. Meskipun konsep pengelolaan masih sampah organik di sekitar RTHP."
Integrasi ini, kata Sugeng, juga untuk mendukung gerakan zero sampah anorganik yang diberlakukan Pemkot Jogja sejak Januari 2023. Diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Jogja Nomor 660/6123/SE/2022 tentang gerakan zero sampah anorganik. Gerakan ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena kondisinya hampir penuh.
BACA JUGA : 2 Ruang Terbuka Hijau Publik di Bantul Dipercantik
Pegiat Kampung Hijau Gambiran, Agus Susanto menyambut baik rencana integrasi RTHP dengan pengelolaan sampah organik. Salah satu tantangan dalam menjalankan hal tersebut adalah kesiapan dari masyarakat yang mengelola sampah di RTHP. Dia berharap jika ini direalisasikan ada fasilitas tambahan seperti peralatan untuk mencacah sampah organik.
"Ya bagus karena itu [pengolahan sampah] sekarang sudah merupakan kebutuhan. Mau tidak mau harus melakukan itu," ungkapnya.
Penjabat Wali Kota Jogja Sumadi Pemkot Jogja punya gerakan zero sampah organik. Setelah diujicobakan sejak Januari hingga Maret 2023 bisa meminimalisasi sampah sekitar 60 ton per hari. Sampah di Kota Jogja dalam sebulan sekitar 260 ton, namun saat ini ada penambahan sekitar 40 ton. Sehingga setiap hari sampah di Kota Jogja 300 ton.
"Bagaimana mengelola sampah sebaik mungkin. Dari program sampah yang sudah kami uji coba mulai Januari, Februari, Maret, kami bisa mengurangi, meminimalisir sekitar 60 ton per hari bisa kita pilah dengan baik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdebatan mengenai sponsor ARTJOG ramai bergulir di media sosial menjelang pembukaan pameran pada 19 Juni 2026 lalu. Warganet menyebut lebaran seni ini mulai k
Presiden Prabowo dijadwalkan membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus 2026. Kehadirannya diperkirakan memicu peningkatan mobilitas warga.
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Prajogo Pangestu kembali tersalip Low Tuck Kwong setelah kekayaannya susut sekitar Rp10 triliun dalam satu sesi perdagangan.
Karhutla Bromo mencapai sekitar 550 hektare. Menkopolkam Djamari Chaniago menduga kebakaran dipicu kelalaian manusia atau human error.