Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, SLEMAN—Sesosok mayat ditemukan di sebuah aliran sungai di Kalurahan Sardonoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sleaman Kamis (30/3/2023) dini hari. Dengan kondisi fisik korban, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
Panit Reskrim Polsek Ngaglik, Ipda YS Udin, menjelaskan berdasarkan hasil identifikasi, mayat tersebut berinisial W, 37, perempuan, warga Sardonoharjo. "Ditemukan di sungai Prumpung pukul 02.50 WIB," ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menceritakan kronologi penemuan mayat ini bermula ketika seorang warga yang baru saja selesai melaksanakan shalat tahajud, mengecek sekeliling rumah termasuk sungai di belakangnya dengan menggunakan senter.
BACA JUGA : Mengarang Cerita Temukan Mayat, 6 Orang Ternyata
Saat menyenter ke arah sungai yg ada di belakang rumah, saksi tersebut mengetahui ada sesosok mayat yang tergeletak di aliran sungai Prumpung. "Mengetahui hal tersebut, ia memberi tahu saksi lainnya dan melaporkannya ke Polsek Ngaglik," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan petugas dari Puskesmas Ngaglik I maupun Inavis Polresta Sleman, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. "Dari keluarga menerima kematian korban sebagai musibah," ungkapnya.
Adapun menurut keterangan dari pihak keluarga, korban mengalami depresi dan beberapa hari ini sering keluar malam tanpa tujuan. Kemudian pada Rabu (29/3/2023) pukul 19.00 WIB korban keluar dari rumah pergi ke rumah tetangga yang berada di dekat sungai Prumpung.
BACA JUGA : Kronologi Penemuan Perempuan Jogja Meninggal Dimutilasi
Korban diketahui sudah sering berkunjung ke rumah tetangga tersebut. Namun malam itu korban tidak kembali ke rumah sampai kemudian ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa di aliran sungai pada dini harinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
China menolak ikut kampanye sanksi AS terhadap Iran. Beijing memilih mempertahankan hubungan dengan Teheran karena kepentingan energi dan strategis.
Perda Kota Layak Anak Jogja segera disahkan. DPRD mendorong perlindungan anak lintas sektor, data terintegrasi, dan fasilitas ramah anak.
Pidato Prabowo di Senayan menyoroti capaian ekonomi, investasi, MBG, kemiskinan, hingga pemerataan pembangunan setelah 21 bulan pemerintahan.
Sebanyak 17 pengurus PSI Gunungkidul pindah ke NasDem. Mereka mengaku kecewa setelah tak lagi masuk dalam kepengurusan baru PSI.
KPPS menawarkan kredit hingga Rp15 juta tanpa agunan dengan bunga flat 8 persen per tahun. Simak syarat dan skema penerimanya.