Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Ilustrasi pelintasan kereta api./JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pengendara kendaraan bermotor harus mewaspadai keberadaan pelintasan kereta api (KA), terutama yang tidak dijaga. Pasalnya, hingga kini di Kulonprogo masih ada 10 titik perlintasan kereta api (KA) belum dijaga oleh petugas.
Hal ini jelas dikhawatirkan bisa meningkatkan risiko kecelakaan. Karena itulah, sebagai upaya pecegahan, KAI Daop 6 memasang speed bump di titik-titik tersebut.
Manager Humas KAI Daop 6, Franoto Wibowo mengatakan bahwa menjelang Lebaran, jawatannya telah memasang empat speed bump di empat titik yang merentang dari Stasiun Sentolo hingga Stasiun Rewulu.
“Kami berupaya untuk mengurangi tingkat kecelakaan dengan memasang speed bump di perlintasan kereta yang tidak dijaga. Kami memilih beberapa titik yang kerap dilewat warga. Di Kulonprogo ini sudah ada 10 lebih speed bump yang kami pasang,” kata Franoto dihubungi pada Jumat (31/3/2023).
BACA JUGA: Ditolak Warga, Dishub DIY Keukeuh Menutup Perlintasan KA Bandara Adisutjipto 1 Februari
Selain pemasangan speed bump, KAI Daop 6 Yogyakarta juga memberikan sosialisasi kepada warga yang berada di sekitar perlintasan tersebut termasuk para pengendara dan pejalan kaki. Kecepatan kereta yang melintas di Kulonprogo, kata Franoto mencapai 100 kilometer/jam. Dengan begitu, spanduk-spaduk juga dipasang dengan tujuan serupa.
Dia memperkirakan penggunaan moda transportasi seperti KA akan meningkat menjelang arus mudik. Itulah sebabnya, KAI Daop 6 akan meningkatkan pelayanan di Stasiun Wates seperti penggunaan lahan untuk memperbesar kapasitas parkir.
Lebih jauh, Franoto mengatakan bahwa kebutuhan parkir di Stasiun Wates meningkat karena ada KA lokal prameks dan KA Bandara YIA yang memiliki cukup banyak penumpang; begitupun dengan KA jarak jauh juga bertambah.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kulonprogo, Sukirno mengatakan bahwa jawatannya belum mengambil langkah khusus terkait perlintasan KA tanpa palang pintu dan penjaga.
“Ke depan akan kami koordinasikan dengan PT KAI untuk bisa lebih menyosialisasikan kepada masyarakat dengan memasang spanduk atau banner agar lebih berhati-hati jika melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu,” kata Sukirno, Jumat (31/3/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu