Jadwal SIM Keliling Sleman 19 Mei 2026: Mitra 10 Jadi Lokasi Layanan
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem saat mudik Lebaran 2023. Hujan dengan intensitas lebat diperkirakan terjadi selama arus mudik dan balik, oleh karena itu pemudik diimbau lebih berhati-hati.
Kepala BMKG Profesor Dwikorita Karnawati menjelaskan berdasarkan hasil prakiraan kemungkinan terjadi hujan lebat di sejumlah wilayah di Indonesia sebagai bagia dari dampak siklon tropis 98S & 90W. Sejalan dengan itu BMKG menyiagakan 190 stasiun untuk memberikan informasi secara cepat kepada masyarakat.
BACA JUGA : Cuaca Buruk Tak Surutkan Minat Wisatawan ke Sleman
“Kami juga ada posko nasional bersama Kementerian Perhubungan dan posko di beberapa provinsi selain itu stasiun BMKG untuk khusus mengawal arus mudik, stasiun BMKG ada 190 stasiun di seluurh wilayah Indonesia kami siagakan untuk berjaga selama arus mudik,” kata Dwikorita dalam konferensi pers dipantau Harianjogja.com lewat Youtube, Sabtu (8/4/2023).
Informasi cuaca selama arus mudik akan disampaikan melalui aplikasi infoBMKG. Selain itu akses informasi ini juga ada di BPBD seluruh Indonesia dan Mabes TNI, Kakorlantas dan informasi terpadu posko. Call Center 196. “Prinsipnya kami akan memberikan informasi secepatnya Ketika terjadi perkembangan terbaru terkait cuaca,” kata guru besar UGM ini.
Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) Fachri Radjab mengatakan masyarakat perlu mewaspadai terjadinya potensi hujan di beberapa wilayah di Indonesia selama masa arus mudik lebaran.
BACA JUGA : Waspada! Cuaca Ekstrem Diprediksi Masih Melanda
"Untuk periode angkutan lebaran arus mudik 2023, yang perlu diwaspadai hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat ini masuk kategori merah di Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Papua," katanya
Adapun untuk kategori kuning yang diperkirakan akan mengalami hujan yaitu Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, dan juga Papua.
Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo juga meminta masyarakat yang akan mudik melalui jalur laut agar mewaspadai adanya gelombang tinggi. Titik yang perlu diwaspada untuk menghindari pelayaran di sekitar perairan sebelah barat Sumatra, sebelah selatan Jawa termasuk DIY hingga Nusa Tenggara.
BACA JUGA : Waspada Cuaca Ekstrem Empat Hari ke Depan, Hujan Tidak
“Ini harus dihindari, juga di sebelah utara Papua juga harus dihindari, untuk tidak dipakai atau digunakan untuk aktivitas pelayaran atau diupayakan untuk dihindari," kata Eko Prasetyo.
Masyarakat sebaiknya mengantisipasi terjadinya penundaan aktivitas pelayaran akibat adanya cuaca hujan yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Mengingat sebagian besar pelabuhan di Indonesia ini berpotensi terjadi hujan. “Sehingga ini perlu kewaspadaan tersendiri atau adaptasi tersendiri untuk para pemudik yang mau beraktivitas mudik melalui jalur laut," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.