Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Rubangi, petugas Program Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD Dinkes Jogja yang memperoleh penghargaan./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja, yaitu Rubangi mendapat penghargaan atas jasanya mengendalikan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
Penghargaan tersebut diberikan oleh World Mosquito Program dari Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM akhir Maret lalu.
Perjalanan Rubangi mengendalikan DBD di Jogja tergolong cukup lama. Pertama memulai kariernya pada 1988, Rubangi bertugas dari puskesmas ke puskesmas lainnya. Kini, dia bertugas di Program Kegiatan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD Dinkes Jogja.
BACA JUGA: Hanya 20 Kasus Demam Berdarah dalam Sebulan, Pegawai Dinkes Kota Jogja Diganjar Penghargaan
Bapak tiga anak ini sempat melewati masa paling sulit penanganan DBD pada 2016 silam. Waktu itu Jogja mengalami kejadian luar biasa (KLB) DBD, di mana ada 1.690 orang yang terjangkit penyakit yang ditularkan oleh nyamuk tersebut.
"Namanya bekerja ada hambatan dan kendala namun kami selalu berkomunikasi bersama puskesmas, kelurahan dan kemantren dalam upaya pencegahan DBD di Jogja,” jelasnya, Rabu (11/4/2023).
Rubangi berhasil melewati KLB tersebut dengan berbagai inovasi dan program. Salah satunya yang dijalankannya hingga sekarang, yaitu gerakan satu rumah satu jumantik. Hasilnya, data Dinkes Jogja mencatat per Maret kemarin hanya ada 20 penderita DBD.
“Saya sangat bangga dan berterimakasih kepada masyarakat yang ikut serta dalam keterbiasaan hidup sehat dengan melakukan 3M yakni menguras/membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es dan lain-lain,” katanya.
Termasuk, partisipasi masyarakat dalam menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air, dan lain sebagainya, dan memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Di umur yang sudah mendekati pensiun yaitu 59 tahun, Rubangi berjanji akan terus melayani masyarakat dalam pencegahan DBD.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.