BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aji Styawan\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul sudah menyiapkan 30% atau sekitar 50 dari total 150 bed (tempat tidur) khusus pasien Covid-19 untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 pascalibur lebaran Idulfitri nanti.
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari mengatakan kesiapan 30% bed khusus pasien Covid-19 tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditujukan untuk semua rumah sakit dalam rangka mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19.
BACA JUGA : Kasus Covid-19 di Jogja Naik karena Varian XBB?
Dalam SE Kemenkes tersebut menyebutkan semua rumah sakit wajib menyediakan 30% dari total bed atau tempat tidur khusus Covid-19 setelah lebaran Idulitri 1444 Hijriah. “Kami sudah menindaklanjuti edaran Kementerian Kesehatan dengan menyiapkan 50 bed,” kata Atthobari, Minggu (16/4/2023)
Bukan hanya bed rawat inap dewasa yang disediakan namun pihaknya juga menyediakan ruang khusus isolasi dan ICU. “Kalau masih butuh tambahan bed kami sudah menyiapkan bangsal Bima dan Baladewa,” ujarnya.
Atthobari memastikan rumah sakit yang dipimpinnya siap menghadapi seandainya kasus Coid-19 meledak pascalibur lebran nanti. Tidak hanya bed, namun juga sumber daya manusia (SDM) atau perawatnya juga siap.
Ia menyebutkan per Jumat (14/42023) pasien Covid-19 yang dirawat d RSUD Panembaan Senopati Bantul ada lima orang. Sementara satu orang lainnya adalah probable. Semua pasien Covid-19 tersebut gejalanya ringan atau tidak berat.
BACA JUGA : Masih Tinggi, Begini Kondisi Kasus Covid-19 DIY
Menurutnya, pasien Coid-19 yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab Bantul tersebut terdeteksi bukan karena ada gejala yang mengarah ke Coid-19. Namun terdeteksi dari hasil skrining semua pasien yang akan menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebab sampai saat ini pihaknya memberlakukan skrining Covid-19 untuk semua pasien yang akan menjalani rawat inap.
“Jadi biasanya masuk bukan karena Covid-19, Ketahuan dari pasien rawat inap kita skrining. Saat diskrining ketahuan yang bersangkutan positif Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa saat ini ada tren kenaikan kasus Covid-19 di Bantul. Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan minimal dengan memakai masker di tempat kerumunan dan cuci tangan sesering mungkin.
“Jelang lebaran ini data kami rangkum kenaikan kasus Covid-19 sebulan terakhir cukup banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Omzet UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp3,39 triliun. Lebih dari separuh omzet terkonsentrasi di lima kapanewon, dengan Ngaglik menjadi penyumbang terbesar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak jam keberangkatan dan tarif terbaru Rp8.000.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 6 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Polresta Sleman menangkap pelaku pembegalan bersenjata tajam yang merampas motor, ponsel, dan dompet milik pekerja di Pakem. Polisi segera menggelar rilis kasus
Memberi minum kepada korban kecelakaan ternyata bisa berbahaya. Simak penjelasan medis mengenai risiko tersedak, aspirasi, hingga gangguan penanganan darurat.