Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Aji Styawan\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul sudah menyiapkan 30% atau sekitar 50 dari total 150 bed (tempat tidur) khusus pasien Covid-19 untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 pascalibur lebaran Idulfitri nanti.
Direktur Utama RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari mengatakan kesiapan 30% bed khusus pasien Covid-19 tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditujukan untuk semua rumah sakit dalam rangka mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19.
BACA JUGA : Kasus Covid-19 di Jogja Naik karena Varian XBB?
Dalam SE Kemenkes tersebut menyebutkan semua rumah sakit wajib menyediakan 30% dari total bed atau tempat tidur khusus Covid-19 setelah lebaran Idulitri 1444 Hijriah. “Kami sudah menindaklanjuti edaran Kementerian Kesehatan dengan menyiapkan 50 bed,” kata Atthobari, Minggu (16/4/2023)
Bukan hanya bed rawat inap dewasa yang disediakan namun pihaknya juga menyediakan ruang khusus isolasi dan ICU. “Kalau masih butuh tambahan bed kami sudah menyiapkan bangsal Bima dan Baladewa,” ujarnya.
Atthobari memastikan rumah sakit yang dipimpinnya siap menghadapi seandainya kasus Coid-19 meledak pascalibur lebran nanti. Tidak hanya bed, namun juga sumber daya manusia (SDM) atau perawatnya juga siap.
Ia menyebutkan per Jumat (14/42023) pasien Covid-19 yang dirawat d RSUD Panembaan Senopati Bantul ada lima orang. Sementara satu orang lainnya adalah probable. Semua pasien Covid-19 tersebut gejalanya ringan atau tidak berat.
BACA JUGA : Masih Tinggi, Begini Kondisi Kasus Covid-19 DIY
Menurutnya, pasien Coid-19 yang dirawat di rumah sakit milik Pemkab Bantul tersebut terdeteksi bukan karena ada gejala yang mengarah ke Coid-19. Namun terdeteksi dari hasil skrining semua pasien yang akan menjalani rawat inap di rumah sakit. Sebab sampai saat ini pihaknya memberlakukan skrining Covid-19 untuk semua pasien yang akan menjalani rawat inap.
“Jadi biasanya masuk bukan karena Covid-19, Ketahuan dari pasien rawat inap kita skrining. Saat diskrining ketahuan yang bersangkutan positif Covid-19,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan bahwa saat ini ada tren kenaikan kasus Covid-19 di Bantul. Karena itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan minimal dengan memakai masker di tempat kerumunan dan cuci tangan sesering mungkin.
“Jelang lebaran ini data kami rangkum kenaikan kasus Covid-19 sebulan terakhir cukup banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
Canva resmi menghadirkan fitur Canva Offline yang memungkinkan pengguna tetap edit desain tanpa koneksi internet.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.