Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Foto ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Momen Lebaran sudah menjadi tradisi bagi warga Gunungkidul untuk merantau ke luar daerah. Meski demikian, mulai tahun ini Bupati Gunungkidul meminta agar hal tersebut dipertimbangkan lagi karena peluang usaha di Bumi Handayani mulai bagus.
“Sudah mulai merata pertumbuhannya. Baik di sisi utara, tengah maupun selatan,” kata Sunaryanta, Selasa (18/4/2023).
Menurut dia, mengacu pada pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, usai lebaran ada warga Gunungkidul memilih merantau ke luar daerah untuk berkerja. Alasannya pun bermacam-macam mulai diajak oleh keluarga atau mencari pengalaman yang baru.
Secara prinsip, Sunaryanta tidak mempermasalahkan karena keputusan tersebut merupakan hak dari masing-masing individu. Namun, dia menyarankan agar dipikir dengan masak karena potensi pekerjaan maupun peluang usaha makin terbuka.
“Saya tidak melarang, tapi minta dipikirkan matang-matang. Pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul semakin baik dan ini baru permulaan karena ke depannya akan tumbuh lebih bagus lagi,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Pastikan Tak Ada Aset yang Digadaikan
Sunaryanta berpendapat, apabila banyak warga Gunungkidul yang merantau bekerja ke luar daerah maka akan meninggalkan lowongan yang kosong. Peluang ini nantinya malah ditangkap oleh orang luar daerah sehingga berbondong-bondong datang ke Gunungkidul.
“Harapannya lowongan pekerjaan yang ada diisi oleh orang lokal dan bukan dari luar daerah. Jadi, untuk bekerja ke luar daerah setelah Lebarah mohon dipikirkan ulang,” katanya.
Kepala BPS Gunungkidul, Rintang Awan Eltribakti Umbas mengamini perkataan Bupati Gunungkidul. Menurut dia, pertumbuhan ekonomi terus menunjukkan perbaikan.
Dia mencontohkan, di 2021 tingkat pertumbuhannya mencapai 5,22%. Setahun berikutnya terus membaik dengan pertumbuhan di angka 5,37%.
“Pertumbuhan ini tak lepas dari kebijakan pemerintah yang melonggarkan aktivitas masyarakat di masa pandemic. Tentunya kondisi ini semakin memperbaiki keadaan ekonomi yang sempat terpuruk karena virus corona,” katanya.
Menurut dia, dengan laju ekonomi yang terus membaik maka bisa menjadi salah satu indikator dalam keberlanjutan pembangunan maupun upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Meski ekonomi membaik, tapi ada beberapa pekerjaan yang harus diperhatikan. Salah satunya upaya pemberantasan kemiskinan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 10 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan, stasiun tujuan, dan tarif Rp8.000.
Asap putih dari mesin atau knalpot motor bisa menjadi tanda oli terbakar, ring piston aus, hingga gasket kepala silinder rusak. Kenali penyebabnya sebelum kerus
Apple dikabarkan melatih model AI khusus untuk pasar China bersama Alibaba. Langkah ini membuka jalan bagi peluncuran Apple Intelligence di China dan memperkuat
Bareskrim ungkap jaringan judi online Ujangbet dengan transaksi Rp890 miliar. Modus deposit menggunakan pulsa. Polisi peringatkan orang tua awasi penggunaan HP
Pilih aplikasi pemutar musik terbaik sesuai kebutuhan: Spotify dan YouTube Music untuk streaming, AIMP dan Musicolet untuk file lokal.