Bawaslu Bantul Berharap Pemilihan Lurah Tak Diwarnai Politik Uang
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jogja, Suni Fatmah. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Perempuan di Kota Jogja berperan penting di setiap sektor pembangunan. Bahkan dalam pengelolaan sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan, perempuan berperan nyata dalam penanganan sampah.
Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jogja, Suni Fatmah meyakini masalah sampah di Kota Jogja penting untuk segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Suni yang mengkoordinasi seluruh kader PKK di Kota Jogja menyebut peran perempuan Jogja sangat signifikan dalam penanganan sampah.
Lebih dari setahun terakhir, aktivitas Suni bertambah. Selain sebagai guru di SD Muhammadiyah Sokonandi, Suni juga menjabat sebagai Ketua PKK Kota Jogja. Dalam jabatan ini, fokus utama Suni adalah turut menyelesaikan masalah sampah.
“Kader PKK di seluruh Kota Jogja semuanya harus ikut menangani sampah, dari kader tingkat RT sampai kelurahan dan kemantren. Mereka menjadi garda terdepan mengatasi sampah. Cek saja pengurus bank sampah di tiap kelurahan, pasti ada kader PKK. Saya turut menjembatani para kader PKK ini untuk dapat diakomodasi dalam mengatasi sampah,” katanya saat ditemui, Selasa (18/4).
Mengawali karier sebagai guru honorer sebuah SMP di Bantul pada 1998, Suni kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai guru di SD Muhammadiyah Sokonandi, Kota Jogja pada 2005. “Sebagai seorang guru dan seorang ibu, masalah sampah ini bisa berdampak ke banyak hal dalam keluarga, terutama tumbuh kembang dan kesehatan anak. Oleh karena itu, banyak kader PKK yang menjadi pengurus bank sampah di Jogja, karena hal ini linear dengan masalah yang dihadapi PKK sebagai agen keluarga,” katanya.
Namun, Suni menegaskan tak hanya kader PKK yang seharusnya mengentaskan masalah sampah namun melibatkan semua pihak. “Saya sering turun ke PKK kelurahan menanyakan progres bank sampah dan penanganan sampah lainnya. Saya mendengarkan apa yang mereka minta agar bisa mengatasi sampah,” ujarnya.
Berbagai masukan kader PKK di tiap wilayah Kota Jogja tersebut kemudian diakomodasi. “Masukan, permintaan, apapun yang mereka minta saya sampaikan ke instansi terkait. Paling sering memang ke DLH karena irisannya ke sana, dan Alhamdulilah DLH juga cekatan memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Suni berharap masalah sampah juga diperhatikan serius oleh kelompok lainnya, bukan hanya kader PKK. “Sepertinya masalah sampah merupakan masalah domestik rumah tangga, namun kenyataannya sampah menjadi masalah publik, jadi harus dikerjakan bersama. Kesadaran budaya memilah sampah harus dimiliki setiap orang,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bawaslu Bantul mendorong Pilur 2026 bebas politik uang dengan memperkuat gerakan Desa Anti Politik Uang di 30 kalurahan.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.