Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jogja, Suni Fatmah. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Perempuan di Kota Jogja berperan penting di setiap sektor pembangunan. Bahkan dalam pengelolaan sampah yang selama ini menjadi masalah lingkungan, perempuan berperan nyata dalam penanganan sampah.
Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Jogja, Suni Fatmah meyakini masalah sampah di Kota Jogja penting untuk segera diselesaikan agar tidak menimbulkan masalah lainnya. Suni yang mengkoordinasi seluruh kader PKK di Kota Jogja menyebut peran perempuan Jogja sangat signifikan dalam penanganan sampah.
Lebih dari setahun terakhir, aktivitas Suni bertambah. Selain sebagai guru di SD Muhammadiyah Sokonandi, Suni juga menjabat sebagai Ketua PKK Kota Jogja. Dalam jabatan ini, fokus utama Suni adalah turut menyelesaikan masalah sampah.
“Kader PKK di seluruh Kota Jogja semuanya harus ikut menangani sampah, dari kader tingkat RT sampai kelurahan dan kemantren. Mereka menjadi garda terdepan mengatasi sampah. Cek saja pengurus bank sampah di tiap kelurahan, pasti ada kader PKK. Saya turut menjembatani para kader PKK ini untuk dapat diakomodasi dalam mengatasi sampah,” katanya saat ditemui, Selasa (18/4).
Mengawali karier sebagai guru honorer sebuah SMP di Bantul pada 1998, Suni kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai guru di SD Muhammadiyah Sokonandi, Kota Jogja pada 2005. “Sebagai seorang guru dan seorang ibu, masalah sampah ini bisa berdampak ke banyak hal dalam keluarga, terutama tumbuh kembang dan kesehatan anak. Oleh karena itu, banyak kader PKK yang menjadi pengurus bank sampah di Jogja, karena hal ini linear dengan masalah yang dihadapi PKK sebagai agen keluarga,” katanya.
Namun, Suni menegaskan tak hanya kader PKK yang seharusnya mengentaskan masalah sampah namun melibatkan semua pihak. “Saya sering turun ke PKK kelurahan menanyakan progres bank sampah dan penanganan sampah lainnya. Saya mendengarkan apa yang mereka minta agar bisa mengatasi sampah,” ujarnya.
Berbagai masukan kader PKK di tiap wilayah Kota Jogja tersebut kemudian diakomodasi. “Masukan, permintaan, apapun yang mereka minta saya sampaikan ke instansi terkait. Paling sering memang ke DLH karena irisannya ke sana, dan Alhamdulilah DLH juga cekatan memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Suni berharap masalah sampah juga diperhatikan serius oleh kelompok lainnya, bukan hanya kader PKK. “Sepertinya masalah sampah merupakan masalah domestik rumah tangga, namun kenyataannya sampah menjadi masalah publik, jadi harus dikerjakan bersama. Kesadaran budaya memilah sampah harus dimiliki setiap orang,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.
Satpol PP Bantul menemukan 2.704 batang rokok ilegal di dua warung di Sanden dalam operasi bersama Bea Cukai Yogyakarta.
Tim SAR masih mencari lima penumpang KMP Putri Yasmin yang belum ditemukan setelah kapal terbakar di Selat Lombok, NTB.
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.