Advertisement

Tahun Ini, DIY Mengalami Kemarau Panjang, Pemda Diminta Bersiap

Abdul Hamied Razak
Kamis, 27 April 2023 - 10:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Tahun Ini, DIY Mengalami Kemarau Panjang, Pemda Diminta Bersiap Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DI Yogyakarta  memprakirakan masa musim kemarau di wilayah DIY berlangsung sejak April hingga Oktober dengan masa puncak kemarau terjadi Juli hingga Agustus 2023.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG D.I Yogyakarta Reni Kraningtyas mengatakan panjang Musim Kemarau 2023 di DIY diprakirakan bervariasi antara 16 - 20 dasarian dengan perincian 1 ZOM (12.5%) selama 16 dasarian, 1 ZOM (12.5%) selama 17 dasarian, 4 ZOM (50%) selama 18 dasarian, 1 ZOM (12.5%) selama 19 dasarian dan 1 ZOM (12.5%) selama 20 dasarian.

Advertisement

"Akhir Musim Kemarau 2023 di DIY diprakirakan berakhir pada Oktober. Masing-masing kabupaten memiliki waktu berbeda-beda," katanya, Kamis (27/4/2023).

Akhir musim kemarau 2023 di DIY terjadi pada Oktober dasarian I untuk Kabupaten Kulonprogo bagian Utara, Oktober dasarian II untuk Kabupaten Gunungkidul bagian tengah dan selatan, Oktober dasarian III wilayah Kota Jogja, seluruh Kabupaten Sleman dan Bantul, Kabupaten Kulonprogo kecuali Kapanewon Samigaluh dan Kalibawang serta Kabupaten Gunungkidul bagian utara.

BMKG, lanjut Reni, menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau 2023 yang diprakirakan akan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.

"Untuk daerah-daerah dengan peluang terjadinya curah hujan rendah, perlu melakukan langkah antisipasi memilih budi daya pertanian yang tidak membutuhkan banyak air, waspada kebakaran hutan, lahan dan semak serta menghemat penggunaan air bersih," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenag Ingin Pesawat Angkutan Haji Tidak Lagi Delay

News
| Sabtu, 25 Mei 2024, 20:07 WIB

Advertisement

alt

Kyoto Jepang Larang Turis Kunjungi Distrik Geisha di Gion, Ini Alasannya

Wisata
| Kamis, 23 Mei 2024, 10:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement