Gunungkidul Masuki Pancaroba, Angin Kencang Mulai Mengancam
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Ilustrasi Covid-19 - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tren kematian akibat terinfeksi corona di Gunungkidul meningkatkan. Dalam kurun waktu seminggu terakhir tercatat lima pasien dinyatakan meninggal dunia karena terpapar virus ini.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, setelah Lebaran kenaikan kasus tidak hanya terjadi pada warga yang tertular virus corona. Pasalnya, kasus kematian juga ikut meningkat seiring bertambahnya kasus penularan di masyarakat.
Ia mencatat dari 23 April 2023 hingga Senin (1/5/2023) tercatat kasus kematian akibat bertambah lima orang. Total hingga sekarang warga Gunungkidul yang dinyatakan meninggal akibat tertular corona sebanyak 1.235 orang.
“Kasus kematian terbaru terjadi hari ini. Jadi, selama seminggu terakhir ada lima warga yang meninggal dunia karena corona,” kata Dewi kepada wartawan.
Dia menyatakan, untuk kematian warga yang terinfeksi corona ada beberapa penyebab. Selain, pasien memiliki penyakit penyerta atau komorbid, hasil pemeriksaan juga banyak yang belum mendapatkan vaksinasi corona.
Secara umum, warga yang tertular Covid-19 di Gunungkidul hingga sekarang berjumlah 23.554 orang. Adapun yang sembuh sebanyak 22.234 orang sudah dinyatakan sembuh dan kasus aktif atau masih menjalani perawatan sebanyak 85 orang.
“Untuk yang dirawat di rumah sakit ada 17 orang. sedangkan sisanya 68 orang menjalani isolasi mandiri,” katanya.
Dewi menambahkan, kasus corona sudah muncul sejak tiga tahun terakhir. Masyarakat juga paham berkenaan dengan upaya pencegahan penyakit ini.
Oleh karenanya, ia meminta masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan meski Pemerintah Pusat telah mencabut status PPKM dan banyak memberikan kelonggaran aktivitas. “Tentunya kami terus mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Jika belum mendapatkan vaksin lengkap, bisa mendatangi puskesmas terdekat,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyampaikan kesehatan merupakan hal yang penting untuk proses pembangunan serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk menjaganya sehingga kondisi tubuh tetap fit guna menunjang berbagai aktivitas yang dilakukan.
“Jadi penting menjaga kesehatan. Termasuk mencegah penularan virus corona dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
Menurut dia, upaya pemulihan akibat dampak dari corona terus dilakukan. Sunaryanta berharap program ini berjalan dengan lancar sehingga keadaan bisa kembali normal seperti belum pademi.
“Tentunya saya juga berharap kualitas layanan kesehatan juga dapat terus ditingkatkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul memasuki masa pancaroba. BPBD mengingatkan potensi angin kencang dan melanjutkan penyaluran bantuan air bersih hingga Desember.
Hujan mulai mengguyur Kulon Progo. BPBD mengingatkan warga mewaspadai pohon tumbang, genangan, angin kencang, dan gelombang tinggi.
Kejagung melelang 209.081,97 ton batu bara sitaan kasus Samin Tan senilai Rp264,08 miliar. Satu peserta dinyatakan sebagai pemenang.
PSIM Jogja mengajukan banding atas sanksi 10 pertandingan Mauro Caballero terkait dugaan rasisme terhadap pemain Bhayangkara FC.
Marc Marquez menjadi yang tercepat di Practice MotoGP Malaysia 2026 meski terjatuh. Jorge Martin harus memulai kualifikasi dari Q1.
Banjir di Aceh Selatan merendam dua desa di Trumon Tengah. Sebanyak 112 warga dari 30 keluarga terpaksa mengungsi.