Pedagang Tuna Netra Kini Bisa Jualan Tetap di Pasar Ngasem
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Isnu Pradana, 28, pemuda asal Bantul yang mengolah berbagai jenis barang dari limbah kayu resin ditemui di workshop miliknya di Karangweru, Tirtomulyo, Kretek, Bantul, Rabu (3/5/2023) (email)
Harianjogja.com, BANTUL—Limbah kayu resin yang biasanya dibakar atau dibuang begitu saja ternyata bisa menghasilkan barang kerajinan, pernak-pernik dan perabotan rumah tangga jika diolah dengan serius. Nilai jualnya mencapai ratusan ribu dan banyak diminati masyarakat karena bentuknya yang unik dan menarik.
Adalah Isnu Pradana, 28, pemuda asal Karangweru, Tirtomulyo, Kretek, Bantul yang menggeluti usaha di bidang itu sejak empat tahun terakhir. Omzet usahanya kini sudah mencapai angka Rp5 juta sampai Rp20 juta per bulan. Berbagai jenis barang yang dibuat pun telah dijual ke berbagai daerah di Indonesia. "Penjualan via daring dan beberapa kita posting juga di marketplace," katanya Rabu (3/5/2023).
BACA JUGA: Kongres Kerajinan Indonesia Bakal Digelar di Bantul
Isnu mulai fokus pada usaha itu sejak 2018. Kebetulan tugas akhir S1-nya meneliti tentang pemanfaatan limbah kayu resin sewaktu berkuliah di salah satu kampus swasta di Jogja. Sekarang sudah kurang lebih empat tahun dirinya memproduksi berbagai barang dari limbah kayu resin dengan bantuan empat orang karyawan. "Selain kayu resin kita juga kolaborasikan dengan kayu Jati dan Sonokeling," jelasnya.
Menurut dia, di wilayah sekitar rumahnya memang banyak perajin kayu. Limbah kayu resin itu biasanya hanya teronggok atau habis dimakan rayap. Melihat potensi itu, ia kemudian mengolah limbah kayu tersebut menjadi berbagai jenis barang semacam casing handphone, gelang, kalung, jam tangan, meja dan lain sebagainya.
"Kelebihan limbah kayu resin ini gampang diperoleh karena banyak di sekitar sini, kemudian juga mengkilap dan bening," katanya.
Adapun proses pembuatan sebuah produk biasanya terlebih dahulu dimulai dengan mendesain bentuk. Setelah jadi, desain akan diunggah ke laptop yang sudah terintegrasi dengan mesin pemotong. Mesin nantinya akan menyesuaikan bentuk potongan dengan desain. Setelahnya baru diamplas atau diberi tambahan pernak-pernik lain.
BACA JUGA: Jadi Gudangnya Kerajinan, Bantul Justru Krisis Bahan Baku
"Produk awal itu meja, tapi karena membutuhkan banyak bahan kemudian saya bergeser ke gelang, kalung dan jam tangan," ungkapnya.
Produk berbahan kayu resin cenderung khas. Bentuknya mengkilap dan bening. Misalnya produk meja dan casing handphone yang kelihatan lebih berwarna dengan corak yang beragam. Isnu juga menambahkan pernak-pernik batu putih atau bunga dan semacamnya agar hasil akhir lebih variatif.
"Harga jualnya untuk kalung dan gelang Rp20.000 sampai Rp50.000, kalung Rp300.000 sampai Rp500.000, kemudian meja bisa jutaan," katanya.
Selain menjual secara daring, unit usahanya yang bernama Driling Greenwood Limbah Kayu Resin itu juga bekerja sama dengan destinasi wisata. Produknya biasa dititipkan di sana sebagai cinderamata atau oleh-oleh saat wisatawan berkunjung ke suatu tempat di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedagang tuna netra Gilang Rizki kini mendapat tempat berjualan di Pasar Ngasem setelah sempat ditegur karena berjualan secara asongan.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.
Polresta Jogja menahan tiga dari lima tersangka baru kasus dugaan kekerasan di Little Aresha Daycare. Satu tersangka tidak ditahan karena memiliki bayi.
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, melukai lebih dari 50 orang. Gempa susulan M6,1 menyusul, sementara peringatan tsunami sempat dikeluarkan.