Advertisement

Harian Jogja

Jadi Gudangnya Kerajinan, Bantul Justru Krisis Bahan Baku

Ujang Hasanudin
Senin, 13 Maret 2023 - 19:37 WIB
Arief Junianto
Jadi Gudangnya Kerajinan, Bantul Justru Krisis Bahan Baku Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, saat membuka Seminar Nasional Bantul menuju Kota Kreatif UCCN 2023 di Hotel Ros In, Senin (13/3/2023). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemkab Bantul tengah berupaya untuk menjadi bagian dari kabupaten/kota kreatif dunia atau UNESCO  Creative Cities Network (UCCN) tahun ini. Sektor yang menjadi andalan untuk diusulkan dalam ajang tersebut adalah craft (kerajinan) folk art (kesenian rakyat). Ironisnya, bahan baku kerajinan di Bumi Projotamansari justru kekurangan.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Bantul sudah ditetapkan oleh Bekraf sebagai kabupaten kreatif pada 2017 lalu. Kemudian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menetapkan Bantul sebagai kabupaten kreatif Indonesia pada tahun lalu. Karena itu, menurut Bupati, saatnya Bantul menuju ke level dunia untuk masuk dalam jejaring kabupaten/kota kreatif dunia.

Advertisement

BACA JUGA:  Tokopedia Bantu Perempuan Pelaku UMKM Memiliki NIB

Dia mengatakan kabupaten dan kota di dunia yang masuk dalam UCCN bisa dihitung jari karena persyaratan yang ketat. Bantul optimistis bisa meraihnya dengan dukungan dari sejumlah pihak, baik pelaku kerajinan, maupun daerah-daerah lain di DIY dan luar DIY.  

“Kami mengajak kolaborasi dengan daerah lain, karena ada problem industri kreatif. Kami punya sentra grabah tetapi tanah lihat enggak punya, kami punya sentra home décor tapi tidak punya serat abaka, eceng gondok, dan rotan. Kami punya sentra kerajinan kulit tetapi tidak punya bahan baku kulit. Karena itu bagi daerah yang bisa memproduksi bahan baku tersebut produksilah nanti kami yang menyerapnya,” katanya dalam acara Seminar Nasional Bantul Menuju Kota Kreatif UCCN 2023 di Hotel Ros-In Bantul, Senin (13/3/2023).

BACA JUGA: Kongres Kerajinan Indonesia Bakal Digelar di Bantul

Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Bantul tersebut dihadiri pelaku ekonomi kreatif, perbankan, akademisi, seniman, pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD), dan sejumlah kepala dinas pariwisata dari kabupaten dan kota di DIY, serta perwakilan dari sejumlah daerah dari luar DIY. Lewat seminar nasional tersebut, Halim menginginkan adanya kalaborasi untuk menuju jejaring kabupaten/ kota dunia.

Dia menjelaskan, nilai ekspor kerajinan Bantul selama lima tahun terakhir mencapai Rp9,5 triliun. Pada 2021 saja nilai ekspor kerajinan Bantul bisa mencapai Rp2,33 triliun. “Dari crafts saja sudah melebihi jumlah APBD Bantul,” ujarnya.

Selain itu sektor crafts juga banyak menyerap tenaga kerja. “Ada 3.800 unit usaha ekonomi kreatif, masing-masing unit mempekerjakan 5-30 orang, bahkan ada yang sampai mepekerjakan 50 orang. Dengan demikian serapan tenaga kerja mampu mengatasi problem ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Menparekraf, Sandiaga Uno, dalam pernyataannya secara daring mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut sebagai bagian dari upaya Bantul menuju kabupaten dan kota jejaring kreatif dunia versi UNESCO. Menurutnya, Bantul menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang tengah mempersiapkan menuju UCCN tersebut.  

“Melalui seminar ini semoga Bantul dapat menguatkan jejaring stakeholders dan berkontribusi di tingkat global. Saya harapkan kesuksesan juga seluruh aktor ekonomi kreatif. Selamat berjuang menuju UCCN,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Baca Koran harianjogja.com

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Aturan THR 2023 Diumumkan Hari Ini, Batas Pencairan H-7 Lebaran

News
| Selasa, 28 Maret 2023, 10:37 WIB

Advertisement

alt

Deretan Negara di Eropa yang Bisa Dikunjungi Bagi Pelancong Berduit Cekak

Wisata
| Selasa, 28 Maret 2023, 05:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement