Serapan Pupuk Bersubsidi di DIY Tembus 90 Persen
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, saat membuka Seminar Nasional Bantul menuju Kota Kreatif UCCN 2023 di Hotel Ros In, Senin (13/3/2023)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL — Pemkab Bantul tengah berupaya untuk menjadi bagian dari kabupaten/kota kreatif dunia atau UNESCO Creative Cities Network (UCCN) tahun ini. Sektor yang menjadi andalan untuk diusulkan dalam ajang tersebut adalah craft (kerajinan) folk art (kesenian rakyat). Ironisnya, bahan baku kerajinan di Bumi Projotamansari justru kekurangan.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan Bantul sudah ditetapkan oleh Bekraf sebagai kabupaten kreatif pada 2017 lalu. Kemudian Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) juga menetapkan Bantul sebagai kabupaten kreatif Indonesia pada tahun lalu. Karena itu, menurut Bupati, saatnya Bantul menuju ke level dunia untuk masuk dalam jejaring kabupaten/kota kreatif dunia.
Dia mengatakan kabupaten dan kota di dunia yang masuk dalam UCCN bisa dihitung jari karena persyaratan yang ketat. Bantul optimistis bisa meraihnya dengan dukungan dari sejumlah pihak, baik pelaku kerajinan, maupun daerah-daerah lain di DIY dan luar DIY.
“Kami mengajak kolaborasi dengan daerah lain, karena ada problem industri kreatif. Kami punya sentra grabah tetapi tanah lihat enggak punya, kami punya sentra home décor tapi tidak punya serat abaka, eceng gondok, dan rotan. Kami punya sentra kerajinan kulit tetapi tidak punya bahan baku kulit. Karena itu bagi daerah yang bisa memproduksi bahan baku tersebut produksilah nanti kami yang menyerapnya,” katanya dalam acara Seminar Nasional Bantul Menuju Kota Kreatif UCCN 2023 di Hotel Ros-In Bantul, Senin (13/3/2023).
BACA JUGA: Kongres Kerajinan Indonesia Bakal Digelar di Bantul
Seminar nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Bantul tersebut dihadiri pelaku ekonomi kreatif, perbankan, akademisi, seniman, pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD), dan sejumlah kepala dinas pariwisata dari kabupaten dan kota di DIY, serta perwakilan dari sejumlah daerah dari luar DIY. Lewat seminar nasional tersebut, Halim menginginkan adanya kalaborasi untuk menuju jejaring kabupaten/ kota dunia.
Dia menjelaskan, nilai ekspor kerajinan Bantul selama lima tahun terakhir mencapai Rp9,5 triliun. Pada 2021 saja nilai ekspor kerajinan Bantul bisa mencapai Rp2,33 triliun. “Dari crafts saja sudah melebihi jumlah APBD Bantul,” ujarnya.
Selain itu sektor crafts juga banyak menyerap tenaga kerja. “Ada 3.800 unit usaha ekonomi kreatif, masing-masing unit mempekerjakan 5-30 orang, bahkan ada yang sampai mepekerjakan 50 orang. Dengan demikian serapan tenaga kerja mampu mengatasi problem ketenagakerjaan,” imbuhnya.
Menparekraf, Sandiaga Uno, dalam pernyataannya secara daring mengapresiasi terselenggaranya seminar nasional tersebut sebagai bagian dari upaya Bantul menuju kabupaten dan kota jejaring kreatif dunia versi UNESCO. Menurutnya, Bantul menjadi salah satu dari lima daerah di Indonesia yang tengah mempersiapkan menuju UCCN tersebut.
“Melalui seminar ini semoga Bantul dapat menguatkan jejaring stakeholders dan berkontribusi di tingkat global. Saya harapkan kesuksesan juga seluruh aktor ekonomi kreatif. Selamat berjuang menuju UCCN,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Realisasi penebusan pupuk bersubsidi di DIY disebut mencapai 90% dari total alokasi tahun ini sebesar 75.049 ton.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.