Geopark Night Specta 8.0 Hadirkan Rekor MURI dan Roy Jeconiah
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
Ilustrasi leptospirosis,/JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul mencatat di caturwulan pertama 2023 sudah ditemukan kasus leptospirosis sebanyak 54 kasus. Jumlah tersebut melampaui kasus yang terjadi selama 2022.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kasus leptospirosis di tahun ini dalam tren peningkatan. Hal itu terlihat dari temuan kasus sepanjang empat bulan pertama di 2023.
BACA JUGA: Selama Tiga Bulan, Dinkes Bantul Temukan 90 Kasus Leptospirosis
Menurut dia, sudah ada temuan sebanyak 54 kasus, dua korban di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Adapun rinciannya, Januari terdapat lima kasus, Februari ada delapan kasus dan Maret sebanyak 41 kasus.
“Puncaknya terjadi pada Maret. Sedangkan untuk April dan awal Mei ini belum ada temuan kasus,” kata Dewi, Kamis (4/5/2023).
Ia tidak menampik, temuan selama empat bulan telah melampaui kasus di 2022. Pasalnya, di tahun lalu hanya ditemukan sebanyak 31 kasus dengan korban meninggal dunia empat orang.
“Untuk kasus tahun ini masih bisa bertambah,” katanya.
Dewi mengatakan, kasus leptospirosis hampir mirip dengan penyebaran DBD. Pasalnya, penyakit ini menular paling banyak pada saat musim penghujan.
Penularan juga berkaitan erat dengan kebersihan lingkungan. Oleh karenanya, ia meminta kepada masyarakat untuk terus menjalani pola hidup bersih dan sehat serta rajin berolahraga.
Selain itu, juga terus menjaga kebersihan lingkungan sehingga tidak menjadi sarang persembunyian tikus yang sering kali menjadi penyebab penularan penyakit ini. “Kalau lingkungan bersih maka kemunculan tikus bisa ditekan sehingga potensi penularan juga bisa berkurang,” katanya.
BACA JUGA: 16 Kasus Leptospirosis Ditemukan di Kota Jogja dalam 3 Bulan Terakhir
Dewi menambahkan, potensi penularan tidak hanya berada di lingkungan rumah, tapi juga berada di area persawahan. Ia meminta kepada petani saat beraktivitas memakai alat pelindung diri seperti sepatu both, sarung tangan hingga baju lengan panjang.
“Untuk pencegahan kami juga akan mengoptimalkan peran dari Satgas One Health yang ada di setiap kapanewon,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ari Siswanto mengatakan, kasus leptospirosis tetap harus menjadi perhatian serius Pemkab Gunungkidul. Upaya pencegahan butuh dimaksimalkan sehingga jumlah kasusnya tidak terus bertambah.
“Harus gerak cepat. Apalagi sudah ada korban jiwa. Jangan sampai kasusnya terus bertambah,” katanya.
Menurut dia, sosialisasi pencegahan harus digalakkan karena penyebaran penyakit ini juga berkaitan dengan kebersihan lingkungan. “Semoga dengan aksi nyata dalam pencegahan membuat penyebaran bisa terkendalikan,” katanya.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul
Tahun kasus kematian
2017 64 16
2018 16 1
2019 9 2
2020 6 1
2021 17 4
2022 31 4
2023* 54 2
*) data sampai April 2023
Sumber: Dinas Kesehatan Gunungkidul
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Geopark Night Specta 8.0 di Nglanggeran digelar 10-11 Juli 2026 dengan target rekor MURI senam Penthol Tembem dan konser Roy Jeconiah.
KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka pemerasan usai OTT. Sejumlah uang miliaran dan logam mulia turut disita.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp59.850 per kg menurut PIHPS. Simak daftar lengkap harga pangan terbaru, mulai beras, telur hingga daging.
Febrie Adriansyah mundur dari jabatan Jampidsus dan suratnya diterima Jaksa Agung. Kasus penggeledahan rumah di Sentul masih didalami polisi.
Spanyol melaju ke semifinal Piala Dunia 2026 usai menaklukkan Belgia 2-1. Gol Mikel Merino di menit akhir jadi penentu kemenangan dramatis.